Little Rambling: Workshop Craft

6:43 PM

Kalau kita bicara masalah handmade, pasti selain bazaar juga akan membahas tentang workshop. Yups, workshop craft. Banyaknya crafter Indonesia yang menganut paham "we share because we care" dan mengaplikasikan kalimat tersebut dengan berbagi pengetahuan dan ketrampilan mereka kepada banyak orang melalui workshop telah membuat pergerakan handmade semakin semarak. Apalagi jika peserta workshop tidak hanya sekedar belajar tetapi akhirnya ikutan menjadi seorang crafter/maker, wah sangat menyenangkan ya. 

Magic Fingers Syndicate dulu di tahun 2011 selain mengadakan bazaar handmade juga sempat mengadakan workshop craft dengan menggandeng beberapa teman crafter. Tanpa diduga pesertanya banyak sekali di tiap sesinya. Hal itu selain dikarenakan acara sudah dipromosikan di sebuah koran lokal, juga di tahun tersebut untuk workshop craft yang 'fun' belum begitu banyak diadakan. Di tahun 2014 ini, dimana handmade mulai populer, dan crafter/maker anak muda semakin banyak, maka makin banyak juga sebenarnya acara workshop craft di Yogyakarta. Tetapi diantara banyaknya acara workshop craft yang sejenis yang diadakan, peserta menjadi lebih sedikit yang tertarik untuk ikut serta. Entah itu mungkin karena promo acara yang kurang tepat sasaran, atau minat anak muda yang berkurang. Apalagi Yogyakarta adalah kota yang terkenal dengan anak mudanya yang kreatif, dimana banyak anak muda juga adalah seorang maker/artisan! Mungkin mereka merasa sudah bisa membuat sendiri hingga akhirnya kurang berminat untuk membuat sesuatu yang sudah bisa mereka bikin sendiri.

Berbeda dengan Yogyakarta, Jakarta sekarang terlihat sangat kerasa pergerakan handmade mereka melalui workshop craft. Bahkan muncul organizer workshop craft yang banyak dikenal, diantaranya Workshop In a Box, Kittymanu, Living Loving, dan bahkan yang baru-baru ini sedang populer yaitu Indoestri Makerspace yang memiliki sesi workshop craft rutin di tempatnya. Ada fenomena menarik disini, disaat pergerakan handmade secara perlahan mulai berkembang, dan budaya Do It Yourself secara asik diperkenalkan ke khalayak ramai, khususnya di kalangan anak muda. Dulu aku sempat mengira bahwa workshop organizer hanya ada di Singapura (untuk kawasan Asia) saja, yaitu Popin Craft, tetapi ternyata di Indonesia juga mulai banyak. Dan, untuk membuatnya lebih semarak mereka sangat kreatif untuk menarik massa anak muda, dari mulai bekerjasama dengan crafter kondang sampai fashion blogger kondang.


Sebenarnya apa yang akan disampaikan di blog ini? Bukan untuk mereview workshop organizer ya melainkan bakal share apa sih yang bisa kalian dapat dari mengikuti workshop. Beberapa orang yang kutemui (anak muda tentunya) masih saja berkata "kak kok workshopnya mahal sih? khan cuma bikin itu doank". Yups, di Yogyakarta, harga workshop standar yang lebih suka diikuti adalah yang biayanya berkisar antara 50.000-150.000 rupiah, berbeda dengan harga workshop yang diadakan di kota-kota besar seperti misalnya Jakarta dan Surabaya yang lebih bisa memberikan harga yang pantas. 

Kenapa orang hanya berpikir tentang harga barang yang didapat tanpa memikirkan hal lain yang juga bisa didapat. Hal itu harganya tentu saja lebih mahal dari harga barangnya, yaitu:
1. Ketrampilan baru
Kamu jadi bisa bikin ini itu, jadi tahu gimana bikin ini itu, tanpa harus belajar di tempat kursus/sekolah resmi
2. Ilmu baru
Ada beberapa pemateri/crafter yang mungkin selain sharing tentang bikin barang itu, dia juga sharing tentang pengalamannya sebagai small business owner, share tips berbisnisnya, atau hal-hal penting yang bisa dengan mudah kita ketahui tanpa harus sekolah di sebuah sekolah bisnis.
3. Kesempatan baru
Kita mendapatkan kesempatan baru yang mungkin tidak akan kita temukan lagi, apalagi kesempatan itu adalah berbisnis di area yang sama. Ada teman crafter yang kukenal sekarang bisa dibilang sukses dengan bisnisnya yang dia mulai dari mengikuti sebuah workshop juga yang akhirnya dari workshop tersebut dia jadikan kesempatan untuk berbisnis juga tetapi dengan ciri khasnya sendiri yang dia buat. 

Nah, masi bisa dibilang mahal harga segitu? Ada harga yang sebenarnya lebih mahal daripada sekedar harga barang yang kalian buat. Just little refreshment for your mind, aku harap celotehanku ini bisa mengubah cara berpikir anak muda menjadi lebih asik lagi :)


Support local makers,
Lucia Berta  

You Might Also Like

0 comments

FOLLOW GOOGLE+

INSTAGRAM: @luciaberta_