My Life Journey

2:50 PM

My crafting journey. Aku sudah mulai suka bebikinan sejak SMA, dulu pernah bikin kalung dari beads dan dijual, begitu pula sewaktu kuliah, tetapi hanya kugunakan sebagai aktivitas di waktu luang saja. Selesai kuliah, aku banyak bertemu orang yang terlibat di area seni, dari situ muncul keinginanku lagi untuk membuat suatu acara untuk anak muda. Berkenalan dengan banyak crafter muda Jogja yang sama-sama kayak aku suka craft. Tetapi bedanya mereka sudah mulai berbisnis dengan kerajinannya, sedangkan aku masih untuk hobi. Lulus kuliah, sembari apply sana sini, bikin event bikin ibuku gerah hahaha. Pengangguran tapi sok banyak acara, aku sih bebal aja (kadang).

Tahun 2011 Craft Carnival yang aku bikin bersama teman-teman di Magic Fingers Syndicate berhasil mencapai popularitasnya, hingga perlu membuatnya menjadi acara rutin setiap tahun. Dulu sempat bercita-cita membuat acara Craft Carnival itu sebagai "Renegade fair"-nya Jogja. Sampai akhirnya Craft Carnival berhenti di tahun ke-3, dan Magic Fingers Syndicate bubar karena kesibukan dari masing-masing personilnya. Percayalah, komunitas atau perkumpulan anak muda cepat atau lambat pasti akan bercerai berai, karena semua bertumbuh, semua memiliki kebutuhan yang harus diutamakan yaitu keluarga. Sudah tidak bisa lagi kita seenaknya nongkrong dan chit chat sana-sini semacam anak abg. It's about time, I guess.

Berhentinya Craft Carnival, membuat aku tidak punya alasan lagi untuk tidak bekerja. Mengerjakan Craft Carnival dan menjadi member MFS bagiku adalah pekerjaan dan identitasku karena aku dikenal banyak orang penting, media (koran, majalah), komunitas, dinas kota Jogja, dan semuanya. Aku menjadi penggangguran saat itu semua berhenti. Aku sempat bekerja dan bikin bisnis sendiri. Bisnisku sangat labil, tidak berdasarkan passion, tetapi hanya berdasar mood. Berkali-kali berganti nama dan jenis produk, dari mulai membuat sepatu, menyulam, menjahit, membuat asesoris, dan masih banyak lagi. Entah kenapa semuanya aku suka tetapi aku juga mudah bosan untuk mengerjakannya. Hingga aku merasa kesalahan terbesarku dalam berbisnis adalah hal itu, berganti produk, tidak konsisten, tidak fokus. Orang-orang seperti tidak kuberikan kesempatan untuk mengenal brandku karena begitu mereka mau order, aku sudah berganti produk jualannya haha. It was waste my time. Marketing yang gagal.

Aku pernah capek dan berhenti untuk berkarya, bermodalkan networking selama aku dulu membangun jaringan di dunia craft aku mulai bekerja lagi. Jam kerja sangat fleksible, ini yang bikin aku kembali merasa menyia-nyiakan waktu luang. Lagi, aku membuat produk dan berbisnis sembari bekerja. Keberuntungan datang dan membuatku sibuk dan tidak memiliki waktu untuk bekerja haha. Aku berpikir, mungkin aku nggak cocok bekerja sama orang. Tetapi tetap aku kerjakan, hingga ide isengku muncul untuk membuat zine craft dan menjualnya di acara Jogja Zine fest tahun 2014. Awal responnya tidak terlalu spektakuler, biasa saja, bahkan aku sampai kelupaan membuat edisi selanjutnya. Entah kenapa akhirnya aku memilih untuk menghentikan semua bisnis labilku, menghentikan kerjaan menjahit, menyulam, dan semua ketrampilan yang aku bikin. Tidak hanya itu, aku pun juga resign, bertepatan dengan adanya event bazaar yang menjadi bazaar terakhirku menjual produk handmadeku. Setelah sudah tidak lagi bekerja dan tidak juga memiliki bisnis handmade yang dulu pernah menghantarku berjualan di Malaysia. Aku refreshing. Jadi pengangguran lagi sambil memikirkan apa yang benar-benar ingin kulakukan, yang aku nggak gampang bosan mengerjakannya, dan yang bisa bermodalkan jaringanku di dunia seni dan craft yang aku geluti selama ini. Tercetuslah untuk meneruskan edisi majalah yang sempat aku abaikan di tahun 2014 yaitu Folksy magazine. Yup aku akan serius menggarap majalah Folksy ini pikirku. 

Aku tidak pernah ikut komunitas jurnalistik, atau belajar tentang jurnalistik. Awal aku nekat menggarap majalah hanyalah karena aku suka membaca majalah (aku kurang suka baca buku, novel, seriusan lho!), aku susah mencari majalah yang isinya tentang apa aku sukai, dan aku ingin memperkenalkan teman-teman crafterku agar tetap menjadi sorotan jika popularitas craft suatu saat redup. 

Apa akan berubah lagi? menjadi labil lagi?
Tidak akan pernah! Jawabku pada diri sendiri. Aku mau fokus disini, aku mau tetap bertahan dengan folksy magazine. Aku tidak akan mengambil yang lain-lain lagi, cukup satu dulu karena tidak fokus menjadi kesalahanku dulu. Coba kalau dari dulu aku sudah fokus pasti sekarang aku juga sudah mulai merasakan kesuksesannya. Tidak, aku tidak menyesal, itu semua perjalananku untuk mencapai dan mendapatkan apa passionku selama ini, aku tidak akan menghilangkan sedikitpun kenangan selama perjalanan ini.

Cobaan terbesar dan terberat 
Kata orang musuh besar pada diri kita adalah diri kita sendiri, ya benar sekali. Aku pun merasakannya. Ada banyak ketololan diriku yang menjadi penyebab semuanya menjadi masalah besar untuk diriku. Aku sempat capek dengan semuanya, hingga aku merasa ingin berhenti dengan folksy magazine. Marah, kecewa, semuanya aku rasakan. Tetapi aku ingat dengan kalimat "jangan mengambil keputusan saat marah, karena kamu akan menyesalinya". Kalimat itu membuat aku menunda keputusanku untuk menghentikan bisnis majalahku, aku akan mengambil keputusan setelah aku tidak marah atau sedih atau kecewa lagi. Yang aku lakukan tentu melakukan semua hal yang bikin aku happy dulu dan melupakan masalahnya. Dan lagi, untung saja aku bisa menahan diri, aku akhirnya tidak jadi menghentikan bisnis majalahku. Meskipun sampai sekarang juga masih terpelosok dalam permasalahan tetapi aku akan pelan-pelan melangkah dan memperbaiki semua. Folksy pun tahun ini akan menginjak usia 2 tahun, masih terlalu dini untuk berhenti, ini baru langkah awal, biasa dengan adanya halangan atau masalah apapun. Yang harus aku lakukan hanyalah jangan berhenti dan tetap berjalan. 

Kesimpulannya?
Ada beberapa kata yang aku sadari banyak membantuku selama ini, selama tahun 2011-2016 ini yaitu: 

kamu harus memiliki kaki yang kuat agar bisa menopang dirimu sendiri, kamu tidak akan lagi bisa bersama-sama dengan sahabatmu untuk mencapai passionmu, kamu akan berjalan sendiri karena begitu kalian dewasa, ada banyak pilihan berbeda dan utama yang harus kita pilih masing-masing. Bersenang-senang bersama? bisa tapi tidak akan seperti saat kita remaja lagi. Just face it!

fokus dan konsisten, labil dan masih ambil banyak hal untuk kita kerjakan akan membuat kita tidak fokus dan capek sendiri. Memang ada baiknya sih karena kita jadi bisa sekalian mencari passion kita tuh apa tapi jangan kelamaan, it will waste your time. Saat temanmu sudah berhasil, kamu akan tetap statis berada disitu, nggak mau khan?

jangan mengambil keputusan saat marah, karena kamu akan menyesalinya, ya kau nanti akan merasakan sendiri perbedaannya, dan keuntungannya disini adalah akan sedikit pula hal yang akan kamu sesali

Perjuangkan passion kamu, aku dibilang orang tuaku sebagai anak yang bebal dan pemimpi, karena aku sangat ingin memiliki bisnis kreatif sendiri dan semua orang memandang keinginanku adalah khayalan. Ya caranya biar nggak dibilang khayalan, kita buktikan saja dengan hasilnya, jangan menyerah meskipun kamu terjatuh berkali-kali karena apa yang kamu awali harus kamu selesaikan. Belum punya passion? carilah tapi jangan kelamaan, kamu nanti akan jadi orang bingung dan menjadi orang yang bekerja secara terpaksa.

Keep on learning, aku bukan orang yang ahli di bidang yang aku geluti sekarang, aku bukan anak desain, bukan pula anak jurnalistik. Tapi aku yakin semuanya bisa aku lakukan dengan belajar, not only literally, maksudnya bisa belajar dengan bertanya teman, orang yang ahli dibidangnya, belajar pada pengalaman juga penting 

Humble. It's about attitude. Aku banyak menemukan orang yang memiliki karya bagus sekali tetapi tidak memiliki attitude, dan itu membuatku tidak tertarik. Mereka pasti akan punah dimakan jaman ketika orang tidak lagi memiliki simpati terhadapnya.

Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

FOLLOW GOOGLE+

INSTAGRAM: @luciaberta_