Folksy Goes to Malaysia (Part 1)

1:50 PM

Awal Desember 2016 adalah bulan tersibuk untukku, dimulai dari akhir November sampai 3 Desember membantu acara Pesta Boneka yang diadakan oleh Papermoon Puppet Theater, belum sempat leha-leha aku sudah harus ke Malaysia tanggal 7 Desember untuk mengadakan workshop dan ikut bazaar sampai tanggal 13 Desember. Lalu disusul tanggal 15 Desember bersama geng #maindekor mendisplay jendela toko Dowa bag. Akhirnya aku tidak sempat menghias pohon natal di rumah. Meskipun begitu aku happy sih, bisa bertemu dengan banyak orang, mendapat banyak pengalaman baru, and keep myself busy (soalnya sekarang kalau nggak sibuk aku malah bingung mau ngapain, seperti hari ini, di hari Natal aku nggak ada kerjaan akhirnya streaming film seharian suntuk dan blogging).

Oke, semua berawal dari main di tempat Ajeng Poyeng trus cerita-cerita tentang pengalamanku workshop dan ikut bazaar di Malaysia, ada beberapa hal tidak terduga dan aku disuruh untuk menceritakannya juga di blogku. Sip aku menerima tantangannya, aku akan menceritakan pengalaman dari hari 1- hari 7 di Malaysia, semoga kalian tidak bosan ya, akan kukemas dengan bahasa yang enak dibaca (karena aku jarang sekali membuat tulisan yang panjang).

Hari 1: Berangkat!
Tim folksy yang berangkat ke Malaysia ada 4 orang termasuk aku, kami membagi 2 keberangkatan karena menggunakan strategi hemat ongkos berangkat yang sebenarnya tidak terlalu hemat juga karena tetap mahal tidak dapat promo pesawat haha. Luthfi dan Khansa (nama tim folksy) berangkat lebih dulu dan lebih pagi karena akan transit di Jakarta sebelum ke Malaysia, sedangkan aku dan Ache (nama tim folksy) berangkat siangnya dan langsung terbang ke Malaysia. Hari kedatangan kami hampir berdekatan, begitu sampai KLIA2 aku dan Ache mencari tim kami yang berangkat lebih dulu (Luthfi dan Khansa), agak susah ternyata karena kami tidak bisa menggunakan internet di hape kami masing-masing. Mau tidak mau kami mencari tempat yang ada wifi agar bisa line atau whatsapp mereka. Tips buat kalian: kalau ingin bisa internetan mending beli kartu saja, ada khusus traveler jadi masa berlaku paket internet ada beberapa pilihan hari. Akhirnya Wendy's dipilih karena kami juga lapar dan ada wifi gratis. Setelah berkomunikasi dengan mereka akhirnya kebodohan kami terjawab, pantas kami tidak bertemu karena mereka (Luthfi dan Khansa) ada di KLIA, sedangkan aku dan Ache di KLIA2 (bandara baru) haha. Kami akhirnya susul mereka menggunakan KLIA Express dengan hanya membayar RM 2 saja perorang. Udah sampai disitu saja? nggak dong, kebodohan kami masih berlanjut dengan muter-muter nyariin mereka di Arrival Hall hahaha, hingga akhirnya kami bertemu dan saling melepas rindu wkwkwkwk. Saatnya ke hotel kami memesan Uber (eh ini tips juga untuk kalian yang ke Malaysia, mending kalian download aplikasi Uber dan menggunakan Uber karena Uber di Malaysia lebih cepat didapat, kalau menggunakan taksi biasa yang sering mangkal di jalan itu tidak direkomendasikan oleh teman-teman Malaysia kami, karena selain nanti harganya mahal, pelayanan mereka juga nggak asik). Hari pertama ini kami mendapat Uber driver yang asik, namanya uncle Johan. Dia ternyata pernah memiliki istri dari Indonesia juga, tetapi meninggal karena kanker :( sad sad. Uncle Johan sangat kocak, membuat kami tidak berhenti tertawa sepanjang jalan menuju hotel. 

Sudah sampai di hotel yang terletak di Taman Medan Petaling Jaya, namanya Desaria Hotel (kami dapat lewat Traveloka), kami memilih hotel ini karena ada di tengah antara Subang Jaya dan Puchong (ada 2 tempat berbeda yang akan kami datangi nantinya). Fasilitas hotel lumayanlah, ada wifi tapi nggak oke karena kadang cepat kadang mati wifinya, sedangkan nilai plusnya adalah sekitar hotel banyak warung makan yang enak-enak, supermarket (ada 4 bahkan disekitar situ), dan tempat laundry.

Hari 2: Jalan-jalan
Hari kedua kami lumayan santai karena belum ada acara, jadi kami memutuskan jalan-jalan. Kami memutuskan untuk ke Cziplee stationary shop di daerah Bangsar (rekomendasi dari Shia dari The Artsy Craftsy), yang nggak disangka di Bangsar banyak resto dan concept store kece, kami sempat muter-muter tetapi belum tuntas! Namanya juga anak folksy, di stationary shop saja kami lapar mata, tapi ragu-ragu untuk memborong karena uang saku kami terbatas (FYI, aku hanya bawa tunai 800 ribu rupiah yang kutuker ke ringgit haha nekat ya, karena aku pikir nanti bisa pake kartu debit aja atau ambil uang di atm). Lama banget muter-muter di Cziplee, akhirnya kami lapar dan makan di resto India dekat situ. Makanannya enak meskipun hanya vegetarian food tapi porsinya dong, segambreng! Tips makan: order saja 1 menu untuk berdua kalau makan kalian dikit, karena kebanyakan porsinya jumbo, terus jangan lupa bawa botol minum biar irit nggak perlu beli minum.

Uniknya makanan itu adalah meskipun warnanya merah tapi tidak pedas, seperti hanya dikasi bumbu kari, ada cabe goreng juga tapi tidak pedas juga. Lalu alas makannya menggunakan daun pisang, bisa dicontek untuk kita yang malas nyuci piring hahaha.
Selesai makan kami melanjutkan perjalanan ke China Town di Petaling Jaya street, Hanya melihat-lihat saja disana, dan berakhir di toko buku khusus buku China, banyak yang lucu sayangnya semua menggunakan bahasa Mandarin (lha iyalah :( .....). Dari China Town kami ke gedung kesenian (?) apa sih aku lupa, jadi itu seperti mall yang khusus menjual kerajinan dan lawasan gitu, kalau di Jogja hampir mirip Beringharjo, bedanya disitu menggunakan AC jadi tidak gerah. Kami bilangnya sih versi beringharjo pake AC haha, ada banyak produk kerajinan tangan, jajanan, lawasan (barang vintage). Hari kedua ditutup dengan membeli keperluan display di toko stationary dekat tempat itu (teteup ya anak folksy selalu masuk stationary shop). Pulangnya kami diantar oleh Uber driver seorang bapak-bapak Cina, dan beliau terlihat seperti smart person, karena ternyata beliau adalah pensiunan wartawan BBC. Ada banyak hal yang dibahas sepanjang perjalanan termasuk bertanya kenapa Indonesia tidak suka kalau Ahok menjadi gubernur :) (insting wartawan masih ada hahaha)

Sampai hotel, saatnya timku jalan-jalan ke supermarket dekat hotel. Hal ini dilakukan setiap malam, mereka hobi banget ke supermarket dan ketawa-ketawa nggak jelas lihat snack yang lucu-lucu :(

Oke sampai disini dulu ceritanya, aku sambung di part 2 ya.......

You Might Also Like

0 comments

FOLLOW GOOGLE+

INSTAGRAM: @luciaberta_