Folksy Goes to Malaysia (Part 2)

11:25 PM

Lanjut untuk cerita kami di Malaysia, sudah tidak sabar lagi? wah ini bagian yang paling seru nih, yaitu mulai di hari ke 3....

Hari 3: Workshop Book Binding dan Kolase di The Artsy Craftsy
Sebenarnya adanya kolaborasi workshop ini karena kami akan memiliki banyak waktu "nganggur" di Malaysia, jadi aku pikir sekalian saja untuk bekerjasama dengan salah satu handmade workshop organizer di Malaysia untuk membuat fun workshop, dan terpilihlah The Artsy Craftsy. Awalnya aku melihat di Instagram mereka, penuh warna, workshop yang intim karena peserta yang terbatas, dan fun. Wah folksy banget itu, langsung saja aku bekerjasama dengan Shia Lynn (founder The Artsy Craftsy). Orangnya sangat menyenangkan, baik banget, dan mirip aku, yaitu kami sama-sama "a busy bee lady" hahaha. Kami mengadakan workshop Book Binding dan Kolase, dengan peserta 6 orang (serius aku sangat kaget karena itu termasuk banyak untuk kami yang belum dikenal di negeri tetangga, padahal rencananya hanya akan bikin fun workshop saja)


Kami berangkat siang hari dan lebih awal, karena kami merasa harus melakukan persiapan, dan juga kami belum pernah datang ke tempatnya jadi pasti akan banyak memakan waktu untuk mencarinya. Kami pergi dijemput driver Uber favorit kami yaitu uncle Johan dan aku merasa bersyukur hari itu kami diantar beliau karena ada "sedikit" insiden untuk bisa masuk ke tempat workshopnya. Beliau banyak membantu dan menjaga kami.

Workshop bertempat di Subang Jaya, dekat dengan Empire mall. Tempat itu ternyata semacam apartemen, sehingga ada pengamanan yang lebih ketat untuk bisa masuk. Kami sempat tertahan oleh satpam yang menjaga bangunan karena kami dikira akan bekerja di apartemen itu. Mereka menanyakan surat ijin kerja kami, hingga visa. Kami kebingungan dong, khan masuk Malaysia nggak pakai visa, siapa sih yang bego? Masih berdebat kami bukan akan kerja disitu, satpam itu meminta dan menyita paspor kita. Ada sedikit ketegangan di situ, sampai akhirnya driver kami uncle Johan turun tangan membantu untuk mengatakan pada mereka bahwa kami disini karena undangan, dan kami adalah turis. Masih dalam kondisi saling memberi argumen masing-masing, untungnya Shia segera datang dan menyelesaikan permasalahannya. Paspor kami pun dikembalikan, dan kami segera masuk ke apartemen tersebut, fiuh! Sumpah kami semua tertawa mengingatnya, dan selalu bertanya apakah ini karena kami terlihat seperti TKI ya? hahahaha lain kali kalau mau datang kesitu harus sedikit "macak" kali ya biar lebih meyakinkan :D

Masuk di studio TAC sangat menyenangkan, tempat luas, ada banyak peralatan dan bahan craft, ada sweet treats juga yang disiapkan, wah pokoknya seperti studio impian deh. Kami banyak foto-foto dulu disitu dan mengobrol dengan Shia. Kami cepat akrab dengan semua peserta workshop, entah mungkin karena mereka kebanyakan juga makers/crafter jadi selalu ada bahan untuk mengobrol dan dipamerkan.

Workshop berlangsung sampai sore, setelah selesai kami memutuskan untuk pulang saja ke hotel. Awalnya kami ingin jalan-jalan dan cari makan di sekitar tempat itu, tetapi karena kami sudah terlanjur capek, dan besok juga harus punya stamina buat ikut bazaar seharian di Puchong, mau tidak mau kita pulang. Makannya pun juga di dekat hotel, dan tidak disangka ternyata enak! Nggak kalah dengan masakan di warung Cak Sule (warung favorit tim folksy yang dekat studio folksy di Yogyakarta). Perut kenyang, hati senang dapat teman baru sudah membuat hari itu menjadi bahagia buat kami meskipun sempat ada sedikit insiden.


 Nasi goreng seafood, nasi goreng kesukaanku, ini yummy banget. Bikin kangen :(

Hari 4: Bazaar di Rantai Art Festival, IM4U Sentral
Yay akhirnya hari yang dinanti tiba. Jadi sebenarnya kami ke Malaysia itu untuk ikutan acara Rantai Art festival selama 2 hari yaitu 10-11 Desember 2016, tetapi karena kami datangnya lebih awal (menghindari keberangkatan di hari menuju weekend) kami sengaja mengatur jadwal agar liburan dan dinas kerja kami bermanfaat haha. 

Rantai Art adalah komunitas seni anak muda di Malaysia, kata teman-teman Malaysia, acara mereka selalu ramai dan menyenangkan. Aku selalu penasaran dengan crowd acara seni dan handmade di Malaysia, jadi aku pikir lebih baik kita ambil saja sebagai pengalaman. Memang folksy akan banyak mengeluarkan uang untuk ikut acara ini, tetapi kalau dihitung untung ruginya yang bukan berupa uang, kami mendapat untung lho, untung dengan mendapatkan networking dan follower baru.

Tempat yang dipilih panitia acara sangat menyenangkan, luas, dan ada banyak titik kegiatan yang akan berlangsung. Benar-benar mengingatkanku pada acara FKY (Festival Kesenian Yogyakarta), karena acaranya hampir sama, di acara itu ada pameran seni, bazaar handmade, 2 panggung untuk performance band, puisi, teater, lalu ada kompetisi seru, dan ada kegiatan ngemural bersama.



Hari pertama bazaar kami mendisplay barang lalu berkeliling, tidak disangka banyak crafter kece yang punya produk kece juga yang bikin kita ngiler berjamaah (lihat oleh-oleh yang kami beli Rantai Art fest di Youtube-nya folksy). Pengunjung juga oke, banyak yang langsung tahu bahwa kami dari "folksy magazine", "Yogyakarta based", "majalah dari Indonesia". Terkejutlah ada beberapa yang sengaja datang ke booth kami hanya untuk membeli folksy dan memborong merchandise. Selain bazaarnya yang oke, band performance juga lumayan oke, tim folksy sampai ikut maju kedepan panggung buat nonton band. Good ambiance, kami semua puas di hari pertama!

Malam jam 10 kami pulang, capek sih tapi masih punya tenaga buat jalan-jalan di supermarket dekat hotel hahaha, yah itu hobi kami selama di Malaysia. Jalan-jalan ke supermarket saja sudah senang. 

Hari 5: Masih bazaar di Rantai Art Festival
Hari ke lima hujan. Agak bete karena pengunjung tidak sebanyak di hari pertama, juga sangat senang karena hari kedua bazaar saatnya kami untuk beli oleh-oleh! Beberapa produk yang sudah kami incar di hari pertama bazaar untuk kami beli langsung kami datangi.

Selesai memborong, bosen karena agak sepi. Pengunjung mulai banyak berdatangan pas sore menuju malam, karena selain ada band yang katanya bagus-bagus, penutup bazaar juga akan menampilkan band yang lagi populer di Malaysia yaitu Hujan band. Penasaran banget dengan Hujan band karena semua orang menantikan mereka. Di hari kedua ini juga kami mendapat undangan dari Jane dan Juliene untuk datang ke studio Raksasa Print, wah lumayan khan besok bisa sekalian buat artikel folksy hehe (bos yang suka aji mumpung). Selain itu juga berkenalan dengan beberapa orang yang menyenangkan, dan mereka semua juga mengundang kami untuk nongkrong bareng! wah bagai padat nih agendanya, untung saja kami punya free day seharian sebelum lusanya pulang Indonesia. 

Folksy ludes! Puji Tuhan, folksy banyak terjual disitu, bahkan kami memiliki follower baru. Banyak juga yang kecewa karena folksy edisi 11 sudah habis di hari pertama bazaar. Senyum mengembang sangat lebar dong ya. Ini berarti besok harus dipikirkan untuk mencari tempat penitipan jual folksy di Malaysia. Hari pun hampir malam, sebentar lagi bazaar selesai, pengunjung semakin ramai karena mereka menunggu Hujan band tampil, booth kami juga makin ramai didatangi. Saat Hujan band tampil, pecah sudah acaranya. Terus terang sih lagu-lagunya aku nggak begitu suka, jadi aku tidak ikutan heboh di depan panggung. Kami malah sibuk foto-foto dan beberes barang.

   
Hari kedua bazaar pun berakhir menyenangkan! Love the crowd, love the performance, love the ambiance, love everything in the events! Terima kasih Rantai Art festival, sampai bertemu di kesempatan selanjutnya, yang pasti kami tidak pernah kapok dan akan ikut lagi tahun depan :)

Cerita tidak hanya sampai disini lho, hari terakhir di Malaysia alias hari ke 6 masih ada. Ikuti di postingan selanjutnya yaaa.....

You Might Also Like

0 comments

FOLLOW GOOGLE+

INSTAGRAM: @luciaberta_