Throw Back

2:37 PM


Nggak kerasa sekarang sudah di tahun 2017 ya, padahal Folksy magazine baru dibikin pertama kali di bulan Juli 2014, tepatnya kita (buru-buru) launching majalah mini kita bertepatan dengan pestanya komunitas zine Yogyakarta yaitu Jogja Zine Fest 2014. Yup, kita memang terburu-buru, semua belum siap, kita juga masih disibukkan dengan agenda acara masing-masing, tetapi apa mau dikata 'keeksistensian' kita sangat besar kala itu dan ingin segera memunculkan majalah hasil ide gila kita. Akhirnya pas di acara Jogja Zine Fest majalah mini kita terbit dan dijual disitu juga, lumayan sih 2-3 buah terjual saat itu (padahal sudah merasa kalau tidak akan terjual haa!). Acaranya memang sangat seru, ramai, dan mendukung sih (banyak zine lovers) jadi aku pikir mungkin gara-gara ini majalah mini kita bisa terjual.

Jogja Zine Fest adalah agenda tahunan komunitas Jogja Zine Attack untuk memperkenalkan kepada semua remaja di Yogyakarta dan khalayak umum tentang zine. Tidak seperti acara Jogja Zine Fest tahun-tahun lalu, ternyata Zine Fest 2014 adalah festival yang paling pecah (istilah yang biasa dipakai anak muda). Banyak komunitas maupun perorangan yang datang, performance oleh band-band indie, lapak komunitas dan perorangan, karya-karya kreatif anak muda, dan masih banyak lagi.

Folksy sekarang sudah akan menuju edisi 13 tetapi tiba-tiba harus molor sebentar karena kesibukan kami, ternyata meskipun di otak kami banyak sekali ide gila untuk Folksy tetapi realitas untuk menghidupi diri kami sendiri dan majalah ini tentunya tidak bisa diacuhkan begitu saja. Kami masih berusaha beradaptasi untuk bergerak agar kegiatan Folksy magazine dengan kegiatan pribadi kami bisa saling berirama. Beberapa pemikiran baru dan konsep baru agar lebih oke muncul, akan banyak waktu yang harus kami korbankan untuk mengupayakan Folksy tetap hidup dan semakin kreatif.

Tahun 2017 ini kami sudah memiliki banyak hal baru untuk Folksy seperti bertambahnya orang yang menjadi tim kami, adanya anak magang yang menambah semarak tim, kerjasama dengan banyak orang, ikutan bazaar ke luar Indonesia, dan masih banyak lagi. Semuanya itu menjadi berkat buat aku pribadi yang tidak menyangka perjalanan Folksy akan sejauh ini. Menerbitkan indie magazine ternyata tidak semudah yang dipikirkan, banyak hal yang membuatku down (secara batin) dan berhari-hari tidak bisa tidur sampai pagi. Banyak hal juga yang telah aku korbankan, dan itu menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Untuk semua proses yang telah aku lalui tentu saja aku tidak mau Folksy cukup ada di kondisi yang sama, selama aku masih bisa dan mampu, Folksy akan selalu ada dan menjadi karya yang istimewa dari semua jatuh bangun kehidupanku.


Cheers,
Lucia Berta

You Might Also Like

0 comments

FOLLOW GOOGLE+

INSTAGRAM: @luciaberta_