• Home
  • About
  • Wellness
  • Gardening

Petik di Kebun

Berawal dari kebutuhan untuk menggunakan ukulele yang bagus sebagai keperluan tampil, Ogi vokalis band folk indie Jogja bernama Answer Sheet, beserta teman-temannya memutuskan untuk membuat alat musik ukulele sendiri di tahun 2010. Ide tersebut tercetus tetapi belum serta merta diikuti dengan keahlian membuat ukulele yang memadai maupun alat pembuatannya dan studio tempat mereka akan mengerjakannya. Semua bisa dibilang nekat dan keinginan yang kuat untuk belajar. Tidak heran mereka sempat menghabiskan waktu selama 2 tahun untuk bereksperimen hingga mampu membuat ukulele yang bagus dan sesuai standard.

Tepatnya di tahun 2014 mereka akhirnya memiliki studio sendiri di daerah Ngipiksari, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Pertama kali aku dan tim datang ke studionya Pelem Ukulele aku sempat tersesat karena selain lumayan jauh dari studioku, studio mereka berada di dalam pemukiman yang aku jarang kunjungi. Rumah limasan dengan dinding kayu menjadi pilihan studio Pelem Ukulele, dan semua proses produksi ada di rumah tersebut. Setiap sudut berantakan tetapi sangat menarik, kita benar-benar bisa melihat proses kreatif mereka membuat ukulele from scratch. Luar biasa!

ukulele musik seniman pemusik band indie gitar instrumen studio seni

kayu pohon akasia mangga pelem youtube facebook daftar musikologi song writer

Seperti namanya, yaitu Pelem Ukulele (pelem dalam bahasa Indonesia yang berarti buah mangga), ukulele yang mereka bikin kebanyakan menggunakan kayu pohon mangga, meskipun ada beberapa juga yang menggunakan kayu pohon akasia. Selain mudah didapatkan, ternyata kayu pohon mangga dan akasia juga bagus untuk dijadikan bahan pembuatan ukulele.

folk musik lagu vokalis mangga recycle alat pasar interview review brand

Saat ini Pelem Ukulele tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga sudah bisa merambah pasar luar negeri. Melalui penjualan online di Instagram yaitu @pelemukulele, kita bisa melihat banyak jenis ukulele yang mereka bikin dengan desain yang sangat menarik. Saat ini Pelem Ukulele terdiri dari 3 orang yang mengerjakannya, dan setiap bulannya mereka bisa memproduksi minimal 20 buah ukulele. Tidak puas dengan hanya membuat ukulele, Ogi mengungkapkan keinginan Pelem Ukulele kedepannya untuk memproduksi alat musik lain, serta keinginan untuk bisa memiliki toko offline sendiri atau setidaknya bisa menjual secara retail di beberapa toko.


Sebelum kami berpamitan, tak lupa Ogi memainkan satu lagu dengan memainkan ukulelenya (dan sempat kami abadikan). Wah benar-benar kunjungan yang berkesan.


Foto dan video: dokumentasi Folksy Magazine
12:32 PM No comments
Berkunjung ke tempat yang unik dan lucu pasti sangat menyenangkan, apalagi kita juga jadi bisa berswafoto disitu untuk dipamerkan di media sosial yang kita punya. Galeri Oma adalah salah satu tempat unik dengan banyak dekorasi vintage, yang bisa kalian temukan di Yogyakarta. Saking lucu tempatnya, timku (yaitu Folksy Magazine) sempat melakukan photoshoot disitu juga lho, kalian bisa lihat di postingan behind the scene ini atau video singkat ini. Apa sih yang bikin aku jatuh cinta dengan tempat ini, dan sebenarnya tempat apa sih ini? Yuk simak interview Orchida Dianita dengan owner Galeri Oma berikut!

jadul nostalgia vintage toko lawasan galeri oma kafe furnitur koleksi lawas


Bisa diceritakan sekilas tentang awal mula berdirinya Galeri Oma?
Jadi awal mula Galeri Oma berdiri sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya tahun 2016 sebelum lebaran. Konsepnya memang toko yang menjual aneka barang-barang vintage. Bisa dilihat di sini ada furnitur-furnitur vintage, koleksi piringan hitam, lemari vintage dan pernak-pernik vintage lainnya. Selain itu ada juga teras untuk tempat pengunjung bersantai dan mini kantin yang menjual minuman dan makanan ringan.

Kenapa harus vintage sih kak? Ada filosofi apa di balik barang-barang vintage itu?
Sebenernya memang karena dari dulu suka dengan sesuatu yang berbau vintage sih, selain itu filosofinya kalau barang-barang vintage kan semakin lama usianya, maka makin mahal juga harganya, jadi bisa menguntungkan juga, haha..

Oia, penasaran juga nih, kenapa namanya Galeri Oma sih kak?
Jadi awalnya dulu toko ini menjual aneka craft atau produk handmade yang dibuat oleh para lansia, alias oma-oma atau nenek-nenek. Mereka membuat kerajinan seperti dompet dan tas dari kain perca dan sebagainya. Sehingga akhirnya kepikiran ide untuk memberi nama toko ini Galeri Oma.

Berarti selain bisnis, ada misi sosial juga untuk memberdayakan para lansia ini ya kak?
Iya betul, jadi konsep Galeri Oma ini semata-mata juga ga cuma sekedar bisnis, tetapi ada juga misi sosial untuk memberdayakan para lansia. 

travel jalan homestay bisnis guest review toko kuliner

galeri seni craft kangen Jogja kenangan pertunjukan musik asri kantin makanan enak


Wah, keren sekali. Selain itu tempatnya juga asri, ada teras/balkon di lantai 2 yang dipenuhi tanaman. Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan pengunjung Galeri Oma di sini kak?
Ya betul, memang di balkon Galeri Oma ini pengunjung bisa bersantai menikmati suasana asri, duduk-duduk dan ngobrol sambil memesan minuman atau makanan ringan di mini kantin yang tersedia. Selain itu, beberapa waktu yang lalu juga sempat ada pertunjukan musik di sini dan ada kelas membatik bersama. Jadi Galeri Oma juga tempat yang terbuka untuk pertunjukan mini musik dan seni.

Kalau barang-barang yang dijual di Galeri Oma ini apakah produksi sendiri, koleksi atau hasil berburu barang-barang vintage kak?
Barang-barang yang dijual di Galeri Oma ada yang sebagian hasil berburu di tempat lain dan ada juga yang hasil produksi sendiri di bengkel Galeri Oma seperti furnitur-furnitur vintage yang sebagian besar juga custom seperti pesanan pelanggan. Karena memang omset terbesar penjualan Galeri Oma berasal dari penjualan furnitur vintage seperti kursi, meja dan lemari vintage.

Kalau customer Galeri Oma sebagian besar berasal dari mana kak?
Customer Galeri Oma berasal dari Yogyakarta dan sebagian besar berasal dari luar kota seperti Jakarta dan Bali. Galeri Oma juga menjual beberapa produk di luar kota. Dan memang kami melayani penjualan secara online maupun offline.

Apa sih cita-cita atau harapan Kak Dhimas tentang Galeri Oma kedepannya?
Saya tetap ingin menjalankan bisnis jual beli barang vintage melalui Galeri Oma ini dan selain bisnis, saya juga ingin membantu orang-orang sekitar seperti yang sudah dilakukan Galeri Oma dengan memberdayakan para lansia jadi ga melulu soal bisnis, tapi juga ada misi sosialnya.

mobil kereta andong mainan mini hiasan koleksi roda kendaraan

rad blue kursi meja tanaman daun sirih telepon dekorasi

Galeri Oma ini ternyata sudah biasa juga digunakan pengunjung untuk berfoto ria, kalau kalian sedang di Jogja atau berdomisili di Jogja dan ingin berkunjung bisa langsung kesini ya:

Galeri Oma
Jl.Monumen Jogja Kembali 51-55, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284, Indonesia
Instagram: https://www.instagram.com/galerioma

Foto oleh Luthfi Satya (dokumentasi Folksy Magazine)
10:06 AM No comments
Tahun ini muncul crafter yang produknya lucu-lucu banget yang menyita perhatianku. Namanya Soresore, berdomisili di Yogyakarta. Belum sampai bertahun-tahun membangun bisnis kreatif, mereka sudah dikenal di beberapa kota dan memiliki penggemar yang banyak sekali, kalau nggak percaya bisa kalian lihat di instagramnya: disini. Wow menarik bukan? Segera saja waktu itu aku mengirimkan permintaan interview untuk materi Folksy Magazine. Kali ini aku nggak membahas tentang produknya, tetapi aku lebih penasaran dengan studio/workspace-nya. Ada satu dua postingan foto studio Soresore yang diposting di instagram mereka dan mencuri perhatianku untuk bertanya-tanya. Interview ini ada juga di majalah Folksy edisi 17, nah untuk kalian yang tidak/belum memiliki majalah Folksy karena sold out jadi nggak kebagian, bisa menyimak interview mereka disini.

inspirasi studio kerja yang kreatif dan penuh warna

Soresore itu ada siapa saja (orang dibalik brand), dan kegiatan sehari-harinya apa?
Soresore dibangun oleh kami berdua, Regina dan Salman. Kami berdua dulunya bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jogja. Berawal dari obrolan di suatu sore hari, kami sama-sama ingin melakukan sesuatu yang bikin kita selalu semangat waktu mengerjakannya. Kebetulan Regina suka sekali menggambar dari kecil. Lalu kami berdua memutuskan untuk membuat produk-produk berupa gambar yang diaplikasikan ke dalam barang-barang kebutuhan sehari-hari. Hobi dari Salman di bidang foto dan video pun juga bisa berguna disini, untuk bikin dokumentasi, foto produk dan promosi.

Kenapa namanya Soresore?
Masih ada kaitannya dengan jawaban sebelumnya, nama Soresore mucul karena awal mula ide Soresore itu adalah waktu kita ngobrol sepulang kerja di waktu sore hari. Awalnya pun kami mengerjakan Soresore setelah pulang kerja sebagai project sampingan. Sampai akhirnya Regina memutuskan untuk resign dan fokus mengerjakan Soresore.

moonrise kingdom illustration

merchandise handmade anak jogja

Apa yang membuat produk kalian berbeda dengan produk brand lain?
Produk Soresore itu adalah produk dari gambar-gambar kami sendiri. Menurut kami setiap gambar itu pasti memiliki ciri khas masing-masing, jadi pasti feel-nya akan berbeda dari satu orang dengan yang lain. Karakter yang ingin ditonjolkan oleh Soresore adalah cute, fun and colorful. Kami kadang juga suka memberi cerita atau karakter di gambar-gambar kami supaya lebih hidup. Melalui gambar yang kami buat itu, kami juga ingin menyelipkan pesan-pesan tentang masalah-masalah sosial terutama untuk generasi muda, baik itu kami wujudkan dalam produk kami sendiri atau dalam charity project dan kolaborasi dengan pihak lain.

Studio/workspace kalian ada dimana?
Untuk workspace, kami masih belum mempunyai studio yang berdiri sendiri, jadi kami memanfaatkan ruang tamu di rumah Regina untuk dijadikan tempat bekerja. Lokasinya sendiri ada di Jalan Imogiri Timur.

Apa saja yang suka kalian lakukan di workspace?
Jika tidak ada urusan di luar, seperti belanja bahan, meeting, atau event, kami menghabiskan waktu dengan bekerja di work space kami. Kami melakukan hampir semuanya di situ, mulai dari membuat design produk, menggambar, mengatur stock barang, melakukan foto produk, membuat konten untuk sosial media, sampai packing dan menyiapkan pengiriman untuk pesanan dari konsumen. 

dekorasi menarik dan murah untuk kamar

Dari mana inspirasi dekorasi/tampilan studio/workspace kalian?
Dengan keterbatasan ruang yang ada, mungkin bisa dibilang tema workspace kami adalah bright and multiple purpose. Menjadi tempat yang nyaman untuk berbagai macam pekerjaan dan sekaligus juga untuk kegiatan sehari-hari.

Barang apa saja yang harus selalu ada di workspace?
Yang paling penting tentu adalah alat-alat yang menunjang produktivitas seperti laptop dan alat-alat lukis. Selain itu kami senang sekali kalau ada tanaman. Selain membuat suasana hati jadi lebih senang, juga tentunya ruang jadi lebih segar!

Berapa lama kalian bisa habiskan disitu?
Kalau pekerjaan sedang tidak padat, kami bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore seperti orang kantoran. Tapi bisa fleksibel dan tidak tinggal disitu terus karena pasti ada saja urusan di luar. Kalau sedang banyak yang harus dikerjain, kami bisa bekerja dari jam 7 pagi sampai 9 malam.

Suka workspace seperti apa?
Impian kami adalah yang adem dan hijau dengan banyak tanaman dan pohon-pohon. Makanya kadang-kadang Regina pergi keluar untuk mencari inspirasi. Menggambar sambil piknik di taman atau kadang menggambar di pinggir pantai. Kadang juga kerja di depan laptop tapi di kafe yang ada pemandangan alamnya. Makanya kalau sedang ngga bisa kemana-mana dan harus kerja di rumah saja, tempat kerja harus ada tanamannya, walaupun sedikit.

Pojok/area yang paling kamu sukai?
Kami suka semua sudutnya sih. Karena semua fungsional dan sudah ditata sesuai dengan karakter kami agar bisa  membangun mood yang baik. 

Harapan Soresore kedepan?
Kami sangat berharap supaya Soresore semakin dikenal banyak orang karena hal-hal baik. Selain itu, kami juga ingin usaha yang kami bangun ini pelan-pelan bisa memberi manfaat bagi orang-orang di sekitar kami.

jualan notes di jogja

Sangat menginspirasi ya tempat kerja mereka, jadi semangat juga nih buat mendekor ulang tempat kerjaku :)


Foto: dokumentasi Soresore
2:09 PM No comments
Pamer foto dibalik pemotretan Folksy lagi. Entah kenapa aku suka fashion spread yang edisi ini, mungkin karena penuh warna, waktu itu juga dibantuin Katie (tim kreatif dari Inggris) yang styling.








7:51 PM No comments
Behind the scene kali ini adalah fashion spread yang paling baru, yaitu untuk majalah Folksy edisi 17 yang akan terbit Januari 2019. Sedikit contekan, mumpung yang candid anak magang Folksy, yang fotonya kece abis hehehe.











Fotografer: Luthfi Satya
Stylist: Yasmine Sani Pawitra
Candid oleh Yohanes Paulus
2:18 PM No comments
Selain membuat majalah, tim Folksy juga senang untuk membuat event handmade (baik bazaar maupun workshop), seperti yang pernah kami kerjakan ini. Acara Makers Market bekerjasama dengan Genetika Concept Store di Greenhost Hotel, Yogyakarta, tahun kemarin. Acara ini berlangsung selama 3 hari dan ada banyak kegiatan seperti bazaar handmade, workshop watercolor bersama mba Eunike Nugroho, dan workshop Product Styling for Instagram bersama mba Dyah Savitri, talkshow dan art exhibiton.

profesional artisan watercolor workshop

bazaar handmade hotel greenhost acara cat air terkenal

greenhost event organizer watercolor yogyakarta

daun metode cat air bingkai workshop pelatihan ketrampilan

passion dream hobi pelukis gambar love



acara menarik inspiratif yogyakarta hotel organizer

flatlay tips fotografi decor gaya hidup anak muda

Kalau kalian penasaran dengan keseruan acara ini, bisa melihat videonya di Youtube Folksy Magazine di: SINI dan jangan lupa subscribe channel kami ya :)


1:57 PM No comments
Kalian suka membaca majalah Folksy dan suka dengan rubrik fashion kami? Terima kasih ya atas apresiasinya. Sebagai majalah indie kami benar-benar ingin membuat konten yang menarik sekaligus menginspirasi pembaca semuanya. Tidak jarang kami memang terlihat "totalitas sekali" bahkan untuk pemotretan sekalipun hihi. Cari brand lokal yang cocok dengan karakter folksy, cari model yang mau difoto, cari venue yang bisa diajak bekerjasama, semuanya dikerjakan oleh tim kecil kami. 









Fashion spread ini dibuat untuk konten di majalah Folksy edisi 11. Masih ada Katie, fashion stylist kami yang sekarang sudah balik ke negaranya, Inggris.

Fotografer: Yasmine Sani Pawitra
Stylist: Kate Wakefield
Candid oleh: Luthfi Satya

1:43 PM No comments
Throwback time sewaktu folksy mengisi workshop di Malaysia, bekerjasama dengan organizer yang sangat menyenangkan, yaitu The Artsy Craftsy. Kalian juga bisa baca blog tentang workshop kami yang ditulis oleh Shia Lynn The Artsy Craftsy DISINI









Foto oleh: Luthfi Satya
1:22 PM No comments
Older Posts

HEY, WELCOME!

recent posts

ARCHIVES

SEARCH MORE

  • Advertorial
  • Behind The Scene
  • Creative Business Hacks
  • Daily Life
  • Folksy Magazine
  • Free Printable
  • Gardening
  • Interviews
  • Photography
  • Tips
  • Tutorial
  • Wellness

WHAT'S HOT TODAY

  • Tutorial Bikin Ecoprint Dengan Teknik Pounding
    DIY tutorial kali ini aku ingin mengajak kalian semua untuk berkenalan dengan ecoprint . Apakah itu ecoprint ? Kata eco berasal dari kata e...
  • 5 Ide Gaya Dekorasi Rustic yang Low Budget
    Mendekorasi salah satu sudut ruangan untuk sebuah acara agar terlihat cantik tidak harus melulu dengan bunga. Daun pun bisa dijadikan hiasan...
  • Cara Mengobati Penyakit Liver Dengan Obat Liver Alami
    Organ hati manusia memiliki kinerja yang cukup berat karena dalam tubuh kita, hati digunakan untuk menetralisir racun yang masuk kedalam tub...
  • Jualan di Etsy, Worth It Nggak Sih?
    Semuanya dimulai dari : ternyata selama ini aku punya akun di Etsy! Jadi dulu aku sempat bikin akun Etsy di tahun 2014 untuk menjual majal...
  • WFH Tetap Dapat Tambahan Penghasilan, 4 Ide Bisnis Kreatif yang Bisa Dicoba di Rumah!
    Selama pandemi ini bisa dibilang semua orang sedang kesusahan mencari penghasilan. Bagi freelancer , sebelum pandemi aja sudah susah, apalag...

Created with by ThemeXpose