• Home
  • About
  • Wellness
  • Gardening

Petik di Kebun

Beberapa bulan belakangan aku lagi sering bereksperimen dengan membuat natural dye. Kalau kalian belum ngerti apa itu natural dye, aku jelasin sesingkat-singkatnya. Natural dye atau pewarna alami adalah pewarna pada kain yang dibuat dari bahan alami, contoh buah, kulit buah, batang, daun, akar, bunga, alga, jamur, lumut, hingga bebatuan. Semua tanaman bisa dijadikan sumber pewarna alami, aku ulang lagi ya, SEMUA TANAMAN. Namun yang membedakan apakah tanaman itu worth untuk dijadikan pewarna alami adalah dari kestabilan warnanya. Jadi benar semua tanaman bisa digunakan tapi apakah warna yang dihasilkan itu stabil atau tidak, masih perlu kita observasi dan teliti. Warna yang stabil adalah warna yang awet lebih dari 2 tahun, sedangkan yang tidak stabil adalah warna yang perlahan akan memudar kurang dari 2 tahun. Nah, dari dasar tersebut kita jadi bisa memilah dan memilih tanaman apa yang cocok untuk digunakan untuk proyek jangka panjang atau jangka pendek. Misalnya nih kalau cuma mau hepi-hepi pakai pewarna alam buat bikin prakarya, bisa pakai tanaman yang tidak stabil warnanya, yaitu kol ungu, kunyit, bunga-bungaan. Kalau berencana untuk membuat proyek yang jangka panjang, misalnya membuat clothing line natural dye, kita harus memilih menggunakan tanaman yang pewarnanya stabil, misalnya mangrove (bakau), daun jati, mahoni, manggis, Indigofera, dan banyak lagi.

Kebunku tak hanya menanam tanaman pangan, tapi juga tanaman yang khusus dikenal sebagai tanaman sumber pewarna alam, yaitu magenta plant (truja), Indigofera tinctoria, dan Strobilanthes cusia. Sebenarnya masih ingin menambah kesumba, tanaman yang dikenal sebagai sumber pewarna merah, tapi apa daya lahanku terbatas. Aku sengaja menanamnya karena ingin memperkenalkan ke semua orang, kasih informasi biar tanaman-tanaman itu nggak dilupain, dan biar ditanam massal juga seperti halnya menanam cabe atau tomat.

Oke, cukup ya perkenalannya dengan natural dye. Kali ini aku mau berbagi tutorial seru-seruan membuat natural dye dari daun magenta plant (truja). Kenalan dulu sama ini tanaman ya. Kalau kalian hobi membuat ecoprint, sudah pasti sangat mengenal tanaman ini karena keunikannya, yaitu bisa menghasilkan warna merah kecoklatan ketika di-pounding (dipukul) untuk di cetak di kain. Aku nggak begitu suka membuat ecoprint jadi aku lebih memilih menggunakan daun magenta plant untuk dijadikan pewarna kain.


daun-truja


Magenta plant, dikenal dengan sebutan truja. Memiliki nama botani Dicliptera tinctoria (atau bisa juga Peristrophe bivalvis). Tanaman ini lebih dikenal di Vietnam, dan digunakan sebagai pewarna kain dan makanan. Hasil warnanya ungu magenta. Hampir sama dengan bunga telang ya, sama-sama edible, bedanya kalau bunga telang menggunakan bunganya sebagai pewarna makanan dan minuman, sedang magenta plant yang dipakai daunnya. 

Tanaman ini bandel banget, nggak ribet perawatannya, bisa ditanam di dataran tinggi maupun rendah, dan memperbanyaknya juga gampang banget. Tinggal kalian tancepin aja batang tuanya ke tanah, nanti akan mengeluarkan akar dan tumbuh.

natural-dye-magenta-plant



Let's go bikin natural dye!

- Petik daun magenta (secukupnya), kalau mau buat di kain yang panjang atau banyak bisa pakai daunnya lebih banyak. Berhubung aku cuma mau bikin untuk tutorial, aku cuma petik beberapa lembar saja (kurleb 15-20 daun)
- Cuci bersih lalu masukkan dalam air dan rebus hingga air sedikit menyusut
- Dalam keadaan panas atau hangat langsung masukkan kain yang sudah di-scouring dan di-mordan hingga kain berubah warna. Lama durasi kain dimasukkan ke larutan pewarna tergantung dari kalian ya. Kalau ingin warna lebih bold bisa agak lama dan diulang beberapa kali. 
- Angkat kain dan jemur

pewarna-alam-daun-truja

dyeing-daun-truja

Hasilnya!
Seperti yang sudah kuduga, hasil warna kain: ungu magenta. Waktu proses perebusan daun magenta plant, aku agak ragu karena air larutannya berwarna cokelat (sempat berpikir akan gagal). Padahal kalau lihat di Youtube, orang-orang bisa menghasilkan larutan warna ungu. Meski demikian ternyata ujung-ujungnya sama, tetap menghasilkan warna ungu di kain. 

Proses dyeing ini menyenangkan, walau menghabiskan waktu setengah harian. Ya namanya juga slow color ya, kegiatan slowing down yang kreatif. Wajib dicoba nih kalau kamu punya daun truja, jangan dibikin ecoprint terus. Atau mau pakai tanaman lain yang ada di sekitar rumah kalian? Bisa juga lho!

Kalau kamu tertarik membuat natural dye dan penasaran pengen belajar lebih lanjut tentang teknik dasarnya (seperti: apaan tuh di-scouring? apa tuh di-mordan? habis itu diapain?) aku bikin e-booknya nih. Cuss klik gambar dibawah ini ya!



Selamat mencoba dan bereksperimen!
6:21 PM No comments
Sudah masuk bulan Desember, dan sebentar lagi Natal! Biasanya langsung kepikiran untuk bikin tutorial Natal karena nanti hasilnya juga akan kupakai untuk menghias rumah. Selama pandemi ini, sudah dipastikan aku dan keluarga akan mengikuti ibadah Natal secara online seperti hari raya Paskah sebelumnya. 

tutorial-mini-wreath


Kali ini ada 3 tutorial yang aku bikin tetapi hanya akan berbagi 2 tutorial dulu karena tutorial yang satunya belum selesai diedit. Aku bikin Christmas Candle Holders dan Mini Wreath yang bisa kalian pakai untuk menghias kado Natal, atau cuma dicantolin di dinding. Tutorialnya pun sangat mudah, bahan yang dipakai juga gampang dicari dan dikit banget. Kalian pasti bisa menirunya deh! Oke, kita lihat yuk video tutorialnya. Enjoy!

Christmas Candle Holders
Bahan: kardus bekas dipotong bulat, lem tembak, daun cemara, buah pinus, lilin

tutorial-christmas-candle-holders


Mini Wreath
Bahan yang diperlukan: daun cemara dan tali (aku pakai baker's twine)

tutorial-mini-wreath


BACA JUGA: TUTORIAL: BIKIN DEKORASI POHON NATAL MINI DARI BENANG & DIY REINDEER CHRISTMAS ORNAMENT

Full video tutorial:




Cheers,
Lucia Berta
3:48 PM No comments
DIY tutorial kali ini aku ingin mengajak kalian semua untuk berkenalan dengan ecoprint. Apakah itu ecoprint? Kata eco berasal dari kata ekosistem (alam), sedangkan print adalah pengertian dari mencetak, jadi ecoprint bisa diartikan sebagai teknik memberi pola atau mencetak pada bahan atau kain menggunakan bahan alami (daun, bunga, batang, kulit, dll). Teknik ecoprint sendiri yang aku tahu ada 3 cara yaitu dengan cara dikukus (steam), dipukul (pounding), dan fermentasi. Kali ini aku memilih untuk membuat tutorial bikin ecoprint dengan teknik pounding karena aku baru saja dapat palu khusus ecoprint yang nyaman dipakai dan ringan. Biasanya orang-orang menggunakan palu yang kepalanya dari besi yang berat. Kalau berat tentu kita akan lebih cepat capek ketika memukul. 

tutorial-ecoprint-pounding-steam


Ecoprint adalah hal yang masih baru bagiku jadi aku juga masih bereksperimen dengan penggunaan alat dan bahannya. Kadang aku berhasil membuatnya dan kadang gagal. Kebetulan dalam video yang aku bikin, hasil akhirnya agak gagal karena tidak sesuai dengan yang aku inginkan, tetapi nggak papa video tetap berjalan alias the show must go on. Toh aku jadi ngerti apa saja yang bisa diperbaiki nanti waktu bikin lagi. Kalian penasaran dengan tutorialnya? Yuk kita tonton video berikut!



Alat dan bahan yang dibutuhkan:
- palu khusus ecoprint (kalian bisa beli online di instagram @sanggarwanimigunani untuk palu yang seperti punyaku)
- kain blacu yang sudah dimordan
- plastik bungkus yang lumayan tebal
- bunga dan daun, aku pakai bunga yang ada di kebunku saja, yaitu marigold dan bunga kenikir
- air tawas (ini tidak ada di video karena aku nggak pakai, tawas yang dicairkan dengan air untuk fiksasi/mengunci hasil pounding agar awet)

Aku juga sempat mencoba ecoprint di kertas. Kok bisa di kertas juga? Bisa dong! Kita bisa membuatnya di kain, kertas, dan kulit. Khusus untuk kertas, bahan kertas yang mudah menyerap lebih bagus. Aku menggunakan daun dan bunga dari bunga telang yang ada di kebunku juga. 

tutorial-ecoprint-pounding

Cantik ya hasilnya? Secara personal aku lebih suka dan memilih ecoprint di kertas. Aku menggunakan kertas khusus watercolor (untuk bunga telangnya) dan kertas hvs (untuk daun bunga telang) di foto di atas. Bisa dilihat kan perbedaan hasilnya. Lalu bagaimana dengan ecoprint di kulit hewan? Aku pernah bikin juga bersama teman-teman di Sanggar Wani Migunani dengan menggunakan teknik steam (kukus). Berikut foto bikin ecoprint di kulit domba yang pernah aku ikuti.

tutorial-ecoprint-pounding-steam

tutorial-ecoprint-pounding-steam

tutorial-ecoprint-pounding-steam



Kamu tertarik mau coba? 



Cheers,
Lucia Berta

12:46 PM No comments
Masa pandemi ini banyak orang yang berlomba untuk mengubah gaya hidup mereka menjadi lebih sehat. Mulai dari rajin berolah raga, makan sayur dan buah secara seimbang, mengkonsumsi jamu sehat, dan masih banyak yang lainnya. Aku sendiri juga mengaplikasikan gaya hidup sehat secara perlahan pada keluargaku. Salah satu cara sehat yang paling menyenangkan dan enak adalah mengkonsumsi kombucha. Kombucha adalah minuman hasil fermentasi teh dan gula dengan dibantu oleh kumpulan bakteri yang menguntungkan bagi tubuh, yang disebut dengan scoby (symbiotic culture of bacteria and yeast). Keberadaan kombucha ini terbilang sudah sangat lama, bahkan waktu aku masih kecil, nenekku sering membuatnya di toples jadul yang besar. Dulu sih aku nggak ngerti itu apa dan manfaatnya apa, cuma ngelihatin aja nenekku bikin trus minum, sekarang jadi ngerti banget deh. Aku bikin kombucha sendiri di rumah sebelum adanya pandemi jadi bukan karena gara-gara korona lalu ingin hidup sehat, tetapi memang ingin melakukan detox dan membersihkan pencernaanku saja. Ternyata keterusan deh sampai sekarang. Dari mulai bikin satu toples sedang, lanjut nambah jadi 3 toples sedang, lalu sekarang 1 water jar yang muat 3 liter. Cukup sih 3 liter kombucha untuk diri sendiri dan keluargaku. 

Aku paling suka membuat kombucha dari teh bunga telang. Selain karena aku punya pohon telang jadi nggak usah beli teh, bunga telang juga nggak bikin lambungku sakit. Nah entah kenapa ya, tiap minum kombucha yang dibikin dari teh hitam atau teh hijau, lambungku langsung tidak nyaman. Awalnya bingung, terus aku eksperimen saja menggantinya dengan bunga telang, dan lambungku baik-baik saja. Langsung pakai bunga telang terus deh sampai sekarang. 

Kali ini aku akan share cara bikin kombucha bunga telang untuk kalian yang lagi pengen detox, melancarkan pencernaan, dan menambah imun tubuh di masa nggak jelas seperti sekarang ini. Silakan disimak ya!

scoby
image credit: thefermentedlife.com 


Bahan dan alat yang dibutuhkan: bunga telang kering, scoby (untuk bikin 3 liter kombucha aku pakai scoby yang ukuran diameternya 15 cm), air matang, gula pasir, toples, kain tipis dan karet gelang nanti untuk menutup toples.

Cara bikin:
1. Rebus air (kalau misal pakai air belum matang)

2. Seduh bunga telang kering dengan air panas di toples, jangan lupa dikasi juga gula pasir. Cicipi ya, perlu manis nih karena si gula itu akan dimakan scoby. Diubah dari glukosa menjadi alkohol dan CO2, kemudian bereaksi dengan air dan akan membentuk asam karbonat. Jadi nanti akan terasa seperti semriwing (kayak minum soda) dan asem gitu. Oh ya tenang saja untuk alkohol di kombucha itu kurang dari 1% kok jadi masih halal.

3. Diamkan saja dulu hingga agak hangat atau dingin baru nanti masukkan scobynya.

4. Tutup toples dengan kain dan ikat dengan karet gelang.

5. Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung tetapi hangat (nah lho coba cek di rumah kamu spot mana yang cocok dengan kondisi tersebut). Tunggu hingga 7 hari ya sebelum bisa diminum atau kalau aku bilang istilahnya "dipanen". Kalau kalian simpan sampai lebih dari 7 hari maka kombucha akan makin asam. Beberapa orang ada yang suka menyimpannya sampai asam banget, kalau aku lebih suka masih manis dan asamnya pas, jadi kira-kira aja kalau sudah 7 hari kita icip dulu. Kalau belum terasa asam, kita tunggu beberapa hari lagi sebelum dipanen.

6. Panen kombucha hanya dengan mengambil airnya ya, si scoby biarkan saja di toples itu dan jangan lupa sisakan air kombuchanya sedikit buat si scoby biar tetap bisa "makan". Air yang stay sama si scoby itu nanti bisa jadi starter kombucha kamu berikutnya juga. Keuntungannya yaitu si air starter itu akan mempercepat proses fermentasi kombucha kamu berikutnya.

Kombucha bisa dibikin rasa buah nggak sih? Wah bisa banget kok. Aku pernah bikin kombucha telang rasa jambu biji dan itu super duper enak banget. Caranya juga gampang, kita blender si jambu biji lalu campurkan deh ke kombucha yang sudah kita panen. Habis itu bisa langsung diminum, tapi kalau aku masih aku simpan lagi 2-3 hari biar kombucha dan jus jambunya tercampur dengan baik. Kalian bisa tuh sesuaikan dengan buah yang kalian inginkan, misalnya stroberi, nanas, semangka, dll. Oya nggak diblender juga nggak masalah, dipotong-potong saja buahnya lalu masukkan di kombuchanya juga sudah enak.

cara-bikin-kombucha-bunga-telang

Rasa kombuchanya gimana sih? Manis, asam, semriwing gitu. Aku punya cerita, ada temenku yang bilang nggak suka minum kombucha karena pengalaman dia beli di sebuah resto yang jual kombucha dan rasanya asam banget trus kapok deh. Sayang banget, padahal enak. Apalagi kalau kita bikin sendiri kita malah bisa mengatur rasa kombucha kita, mau asam banget atau ada manisnya. Bagaimana dengan kalian, ada pengalaman minum kombucha? Atau baru penasaran pengen bikin?


12:05 PM No comments
Bikin dusty pink rustic backdrop menggunakan pewarna alam alpukat. Sebenarnya aku sudah pernah kasih tutorial seperti ini tapi hanya dalam bentuk foto. Kali ini aku bikin kembali dengan bentuk video karena keperluan pembuatan video di Youtube dan kebetulan memang aku sedang ingin bikin untuk digunakan sebagai backdrop foto produkku. 

Baca juga: DYEING KAIN PAKAI ALPUKAT

palet warna dusty pink

Ide warna "dusty pink" ini datang saat scroll Pinterest dan langsung jatuh hati saat lihat foto-foto yang dominasi warna dusty pink. Segera saja aku bikin palet warnanya menggunakan bantuan aplikasi canva dan mengeksekusinya di keesokan hari.  Aku masih ingat sekali waktu bereksperimen dengan pewarna alam alpukat, warna yang dihasilkan saat dikunci menggunakan kapur bisa membuat warna berubah menjadi pink "mbladus" (bahasa Jawanya untuk dusty), jadi waktu memikirkan dengan apa aku mewarnai kain blacu putihku menjadi pink aku langsung terpikir untuk menggunakan itu (yang kebetulan aku masih punya sebotol besar hehe). 

So, here it is! kalau kalian penasaran dan pengen ikut bikin juga bisa lihat video ini, oya kalau kalian suka videoku dan ingin menonton video-video baru, kalian bisa subscribe channel Youtubeku ya :)


Cheers,
Lucia Berta
11:11 AM No comments
Masih seputar dunia perkaktusan, tutorial kali ini akan membuat hiasan dekorasi rumah yang sebenarnya mudah jika kalian memiliki ketrampilan menjahit dengan tangan. Nggak perlu sangat ahli, bisa menjahit lurus saja sudah sangat oke. Nggak percaya? Yuk kita coba bersama!

bunting flag kaktus

Bahan yang diperlukan:
- Kain flanel
- Ranting kering
- Jarum pentul
- Jarum dan benang
- Gunting
- Pulpen

bahan perlengkapan flanel benang jarum tali

Cara membuatnya:
1. Gambarlah bentuk segitiga di kain flanel merah dan kaktus di kain flanel hijau, gunting kaktusnya, posisikan kaktus, sematkan jarum pentul
dekorasi rumah kekinian diy flag kaktus populer mudah

2. Jahit kaktus (dengan metode tusuk jelujur) menggunakan benang yang bewarna kontras
flanel gampang tutorial menjahit warna handmade

3. Lepaskan jarum pentul, gunting bentuk segitiganya
trend unik yogyakarta blogger blog jogja

4. Jahit bagian atasnya (masih dengan tusuk jelujur), sisakan benang di kedua sisinya, supaya bisa dililit ke ranting dan dibuat untuk gantungan
covid aktivitas kegiatan dirumahaja

5. Ikatkan sisa benang tadi (sisi kanan dan kiri) di ranting, dan ambil tali lagi untuk diikatkan ditempat yang sama dengan ikatan benang sisa, sebagai cantolan hingga terlihat seperti gambar dibawah ini.
lucia berta rumah dekorasi cantik unik beda

Tutorialnya mudah untuk diikuti? Atau masih ada pertanyaan? Tulis saja pertanyaan kalian di kolom komentar di bawah ya :) Aku tunggu pertanyaan dari kalian, dan selamat mencoba! Tetap di rumah saja dan jangan lupa untuk terus semangat berkarya.


Cheers,
Lucia Berta
2:16 PM No comments
Masih pada betah di rumah aja? Kali ini aku mau berbagi tutorial yang mudah dan mengasikkan, yaitu bikin kaktus dari batu (wow ternyata nggak hanya ibu malin kundang yang bisa menyulap anaknya jadi batu, kita pun bisa menyulap kaktus jadi batu :p). Tutorial ini dibuat oleh tim kreatif majalah Folksy dan pernah dipublikasikan di majalah Folksy edisi 12. Kalian hanya butuh cat akrilik, kuas, wadah atau pot, batu, dan teman yang menyenangkan untuk diajak berkegiatan bersama :) Yuk kita mulai saja!

pot kaktus dari batu

Bahan yang diperlukan:
- Batu yang pipih
- Pot plastik/tanah liat
- Tanah dan kerikil
- Cat akrilik warna hijau dan putih
- Kuas

perlengkapan tutorial sederhana

Cara membuat:
1. Cat permukaan batu dengan cat akrilik warna hijau dan keringkan
dekorasi cantik dari batu

2. Pastikan permukaan batu sudah kering, tambahkan motif garis-garis atau titik-titik dengan cat warna putih kemudian keringkan
menggambar kaktus di batu

3. Susun tanah sampai ¾ bagian pot kemudian masukkan kerikil, susun kaktus batu sesuai selera
merchandise kaktus dari batu

Oke, selesai. Memang tidak butuh waktu yang lama untuk bikin, tetapi kegiatan ini sangat adiktif lho, bisa jadi kalau kecanduan kalian bisa mewarnai banyak batu yang ada di halaman rumah hahaha :D Selamat mencoba!


Cheers,
Lucia Berta
1:55 PM 2 comments
Aku suka banget beli majalah indie dari luar negeri, dan Daphne's Diary adalah salah satu majalah favoritku karena banyak bonusnya hehe, mulai dari stiker sampai notes mini bisa kita dapetin di satu majalahnya saja. Pokoknya banyak! Nah, kemarin aku sempat pengen bikin tutorial lagi setelah lama absen nggak bikin (jiwa DIYku bergejolak pemirsah!), dan berhubung aku lagi bokek (serius ini, aku lagi banyak beli bibit sayuran karena aku lagi suka menanam dan pengen banget punya taman kecil isinya sayur sama buah) terus mager juga (Jogja sering banget hujan sekarang jadi kalau nggak ada pekerjaan aku lebih suka mendekam di rumah haha) akhirnya aku bikin tutorial yang sederhana saja yaitu kartu pop-up dari majalah bekas (Daphne's Diary). Pas banget di majalah itu ada banyak gambar bunga-bunga watercolor, langsung deh eksekusi saja. Tutorial ini sebenarnya sudah aku posting juga di Youtube-ku tapi aku tampilkan lagi disini beserta step by stepnya biar makin jelas :) 

pop up card bunga


Oke yuk kita siapkan dulu:
- gambar-gambar (bisa kita gunting dari majalah seperti yang aku lakukan, kalian juga bisa bikin sendiri kalau memang bisa gambar)
- gunting
- lem kertas
- 2 lembar kertas polos tebal (bisa pakai kertas linen seperti punyaku,  kertas manila, kertas asturo, dll)

Cara bikin:
1. Gunting gambar di majalah/siapkan gambar yang kalian punya
2. Ambil 1 lembar kertas polos dan lipat jadi 2, sisihkan
3. Ambil 1 lembar kertas polos yang satunya untuk kita gunting 1/4 nya dan kita lipat berkali-kali seperti akan membuat kipas. Aku lipat sebanyak 3 kali karena aku mau bikin 2 tingkat untuk pop up-nya
4. Kertas yang tadi kita lipat berkali-kali itu kita balik dan gunting di pojok setiap lipatan kertas, random aja sih jumlahnya. Kalau kalian mau skip langkah ini juga boleh. Kalau aku bikin 3 potongan  (di lipatan pertama dan kedua), biar terlihat seperti efek timbul
5. Tempel kertas yang kita lipat-lipat tadi ke kertas yang kita lipat 2 (sampulnya) di masing-masing sisi (atas dan bawah)
6. Tempelkan gambar yang sudah kita siapkan tadi ke kertas yang sudah terlipat seperti tangga itu. Selesai, tunggu kering.

Kalau kalian masih bingung dengan langkahnya, kalian bisa lhat di videonya berikut:



Sebenarnya mudah bukan tutorialnya? Selamat mencoba ya :)


Cheers,
Lucia Berta
2:53 PM No comments
bebikinan stationery toko jual foam hippie colorful tutorial

Sudah memasuki hari kedua setelah tahun baru 2020, sudah siap untuk beraktivitas kembali? atau masih mager? Untuk mengawali hari pasti butuh sesuatu yang bisa naikin mood, iya nggak? Nah, agar kalian semangat untuk kerja di depan laptop, nggak ada salahnya nih kita pakai mouse pad baru. Mouse pad yang lucu, colorful, dan berbeda dari kepunyaan teman-teman alias one-of-a-kind alias hanya aku sendiri yang punya :)

Mouse pad lucu dan unik? dimana belinya? eh kenapa nggak bikin sendiri aja! Nih gampang kok, lihat video berikut yang dibikin oleh tim kreatifnya Folksy. Kalau kalian suka video-video tutorial craft seperti ini, boleh follow Youtube Folksy Press (klik disini), ada banyak tutorial yang bisa kalian tengok ;)




Cheers,
Lucia Berta
12:29 PM No comments
Tutorial yang mudah dan menyenangkan ini dibikin oleh tim kreatif Folksy yaitu Kate Wakefield dan Yasmine Sani Pawitra untuk majalah Folksy edisi 14. Bisa kalian coba bersama teman, anak, atau adik. Selamat mencoba

pinterest looks peralatan masak dapur

Pernah melihat beberapa tutorial dari DIY maker luar yang membuat peralatan memasak menjadi lebih playful? Kita juga bisa lho, dan asyiknya lagi nggak perlu susah cari alat dan bahan, gunakan saja yang sudah ada di dapur :)

Alat dan Bahan : 
Spatula/sendok sayur/centong nasi berbahan kayu
Kuas/Kuas Spons
Selotip Kertas
Cat Akrilik (warna bebas, sesuai kesukaan)

Cara Membuat :
1. Selotiplah ujung bawah perlatan masak kayu, untuk batas pengecatan. Pastikan selotip melekat dengan sempurna, supaya catnya tidak bocor ke sisi yang lain
2. Warnai ujung bawahnya dengan cat akrilik, keringkan
3. Lepaslah selotip kertasnya, Voila! Peralatan dapurmu jadi lebih playful! 

kayu centong lokal beli di pasar

bikin dekorasi ala pinterest

mewarnai centong

ide mempercantik alat dapur

Kalian suka dengan tutorial ini? Kalau kalian juga membuatnya, jangan lupa untuk dipamerkan ke aku ya, tag aku di instagram @_luciaberta_


Cheers,
Lucia Berta
10:55 AM No comments
Kalian suka fotografi? Suka mengedit dan memberikan beberapa effect atau filter agar terlihat lebih oke fotonya saat dipostng di media sosial kalian? Nah kalau begitu kalian pasti sudah banyak mencoba aplikasi-aplikasi pengeditan foto yang bisa didownload gratis maupun berbayar. Biasanya aplikasi apa yang kalian sering gunakan? Adakah beberapa aplikasi yang menjadi favorit? Selama ini aku hanya menggunakan aplikasi Snapseed, Lightroom, Foodie, dan A Color Story untuk mengedit foto, itupun menggunakan filter yang gratisan, nggak beli. Tapi makin kesini ternyata aku makin merasa pengen banget beli, apalagi untuk filter-filter yang ada di aplikasi A Color Story. Akhirnya aku coba beli dan ini adalah pengalaman yang pertama (serius!). Untuk kalian yang juga baru pertama kali mau beli filter nggak usah bingung, aku kasi step belinya, dengan menggunakan pembayaran melalui GoPay yang ternyata anti ribet-ribet club banget (oya aku pilih metode GoPay karena yang memungkinkan kebanyakan orang memiliki aplikasinya).

A Color Story adalah aplikasi photo editing yang dibuat oleh Elsie Larson dan Emma dari A Beautiful Mess. Jujur saja aku sudah ngefans sama mereka dari tahun 2009, waktu mereka masih menjadi DIY blogger. Sekarang mereka sudah sangat terkenal dan banyak mengeluarkan produk-produk yang bisa mendukung kreativitas orang-orang, seperti buku DIY, aplikasi edit foto, aplikasi edit video, bahkan sekarang mereka sudah mulai memiliki podcast juga. Sebagai fans garis keras tentunya aku ikutan pakai aplikasi yang mereka bikin dong :) Aplikasi ini memiliki banyak sekali pilihan filter dan effect yang menarik (aku sampai bingung sendiri untuk memilih) bahkan mereka juga bekerjasama dengan sesama creative blogger atau influencer untuk membuat beberapa paket filter spesial.

Contoh before dan after menggunakan filter pack FRESH. Foto diambil oleh fotografer Folksy saat kami workshop ke Malaysia.


DISCLAMER: Aku nggak disponsori oleh pihak A Color Story maupun GoPay ya. Hanya berbagi informasi aja.

Oke step paling penting adalah kalian download dulu aplikasi A Color Story (ACS) di Google Play. Setelah itu buka (akan terlihat tampilan seperti gambar dibawah ini)


Setelah itu klik Album (kalau sudah memiliki foto yang mau diedit) atau Camera (kalau ingin bikin foto baru untuk diedit)

Akan keluar tampilan seperti gambar dibawah keterangan step 1 dan ikuti arahan seperti pada gambar dibawah ya


Ada banyak sekali filter yang bisa kalian pilih dan lihat terlebih dahulu. Semuanya diberi keterangan dan contoh hasil editan fotonya. Nggak usah buru-buru, santai saja pilihnya. Harga pack di ACS ini sangat terjangkau, dari mulai 13ribuan sampai 100ribuan sudah dapat banyak macam filter dalam satu pack. Menyenangkan bukan?


Begitu sudah sukses terbeli, secara otomatis GoPay kalian akan terkurangi biaya harga pack yang kalian beli dan kalian juga akan diberitahu melalui email. Nah setelah itu kembali lagi ke gambar filter yang sudah kalian beli, lalu klik download. Selesai deh, mudah bukan? Selamat mencoba


Cheers,
Lucia Berta

7:21 PM No comments
Saatnya bebikinan barang-barang yang bernuansa Natal lagi, yay! Natal adalah hari raya yang sangat aku suka, karena biasanya aku dapat jatah untuk bikin pernak pernik Natal untuk dekorasi di rumah. Biasanya aku disuruh membuat korona sama ibuku, tapi tahun ini bosan bikin korona, apalagi masih ada korona natal tahun lalu yang masih bisa dipakai. Sebagai gantinya aku mau bikin dekor pohon natal mini aja. Dan demi ada konten, sekalian dong aku videoin untuk dijadikan tutorial juga haha. Oke tanpa panjang lebar, yuk kita segera bikin!

christmas tree from wool

Bahan dan alat yang diperlukan:
- benang wool (warna suka-suka kamu aja)
- lem fox putih (kecintaan banget ini)
- gunting
- mangkuk plastik, garpu plastik, air 
- plastik bening
- selotip
- cetakan tumpeng, kalau kalian tidak punya bisa membuat kerucut dari kertas ya, tapi kertasnya yang lumayan tebal biar kokoh, misalnya kertas manila atau ivory
- lem tembak
- manik-manik atau pernak pernik natal

Cara bikin:
(Sudah aku videoin tapi biar lebih jelas lagi aku ketik sekalian disini stepnya)
1. Lapisi cetakan tumpeng dengan plastik bening, hal ini penting agar nanti benangnya bisa diambil, nggak lengket di cetakan. Gunakan selotip untuk merapikan plastiknya.
2. Potong benang wool (panjangnya terserah), untuk mempermudah nanti waktu dicelupkan ke lem
3. Masukkan benang yang sudah dipotong kedalam mangkok plastik yang sudah diberi lem fox putih dan air. Satu-satu aja ya jangan ambisius dengan memasukkan semua benang yang sudah dipotong karena nanti rentan banget kusut. 
4. Mulai tempelkan benang yang sudah dibasahi lem ke cetakan tumpeng, satu-satu dan harap bersabar ya, lakukan sampai penuh.
Tips: lebih baik pada awalnya dibikin dulu dasarnya, mau sampai semana tingginya, baru benang selanjutnya untuk memenuhi ruangannya.
5. Ulangi terus sampai kamu merasa udah terbungkus semuanya, tahap ini adalah tahap yang membutuhkan kesabaran ekstra :)
6. Begitu sudah selesai, jemur di tempat yang panas atau terkena sinar matahari langsung. Aku pernah bikin malam hari dan menggunakan hair dryer untuk mengeringkan, tapi ternyata lama banget keringnya, jadinya aku bikin pagi-pagi deh biar bisa dijemur siang-sore menjelang malam (karena bisa semalaman ini keringnya)
7. Kalau sudah kering, lepaskan plastik dan cetakannya dari benang yang sudah terbentuk kerucut, hati-hati ya kadang ada yang susah sekali dilepaskan. Pastikan sudah benar-benar kering, kalau masih ada yang basah biasanya susah dilepas.
8. Bisa kalian hias dengan menempelkan pernak pernik atau manik-manik dengan menggunakan lem tembak.




Selamat mencoba!


Cheers,
Lucia Berta
9:00 AM No comments
Sudah hampir menuju pertengahan bulan November! Kalian sudah menyiapkan pohon natal? sudah dihias? Tema tahun ini apa nih, sudah ada ide? Kalau belum ada ide dan pengen sesuatu yang berbeda, aku kasi inspirasi nih. Bikin reindeer ornament menggunakan 3 bahan yang amat sangat mudah dicari dan murah (tentunya) yaitu kancing merah, mata boneka (bisa dibeli di toko jahit), dan kayu manis (beli di pasar). Oke sudah siap bikin? Yuk!


Alat dan bahan:
- kayu manis
- mata boneka
- kancing warna merah
- lem tembak
- tali (aku pakai baker's twine black dari Gudily)


Cara bikin:
1. tempelkan ujung dua kayu manis menggunakan lem tembak hingga berbentuk V
2. tempelkan satu kayu manis diatas dua kayu manis yang sudah tertempel sehingga terbentuk seperti segitiga
3. tempel mata dan kancing sebagai hidung
4. tempelkan tali yang sudah kita ikat, dibelakang. Selesai deh!

Selamat mencoba!


Cheers,
Lucia Berta
2:21 PM No comments
menghias vas menjadi lebih menarik

Minggu-minggu ini sedang tidak mood untuk membuat DIY tutorial, jadi aku tampilkan kembali DIY tutorial yang pernah aku bikin bersama tim Folksy di video berikut ya. Menghias vas yang awalnya polos saja menjadi lebih berwarna dengan ditempel benang wool warna warni. Kalian tidak hanya bisa menggunakannya untuk di vas, tetapi bisa diaplikasikan dibanyak tempat misalnya kaleng bekas, gelas, toples kecil, dan masih banyak lagi. Yuk kita segera bikin!



Kalau kalian sempat membuat beberapa tutorial yang ada di blog ini, jangan segan buat tag aku ya di instagram: @_luciaberta_ :)


Cheers,
Lucia Berta
10:45 AM No comments
flatlay murah mudah dari kertas

Kalian sering merasa kesulitan untuk mencari background pemotretan produk atau barang yang kecil? Nah, aku punya ide nih untuk membuat background yang murah, bahan mudah didapat, hasil foto juga nggak kalah keren dengan foto-foto selebgram. Modal utamanya cuma menggunakan kertas warna warni! Nggak percaya? Yuk lihat video tutorial berikut yang pernah dibuat oleh tim Folksy. 





Cheers,
Lucia Berta
11:52 AM No comments
Akhirnya bebikinan lagi! Kali ini aku mau mengajak kalian menghias totebag polos menjadi flowery totebag kece yang bisa kalian tenteng dengan bangga untuk jalan-jalan. Biasanya totebag seperti ini dihias dengan dilukis. Nah karena udah banyak yang dilukis, nggak asik dong kalau samaan, kita pakai bunga plastik aja yuk. Caranya tentu sangat amat mudah dan murah. Nggak usah kebanyakan basa basi, yuk kita bikin sekarang!

a beautiful mess


Alat dan bahan:
- totebag polos, kalau kamu punya tas apa aja yang mau dipakai boleh aja nggak perlu sama kayak punyaku
- bunga plastik
- lem tembak
- gunting atau tang potong

Cara bikin:
1. Pretelin dulu bunga plastiknya
2. Coba diatur dulu nanti mau seperti apa susunannya
3. Tempelkan bunga plastik ke tas menggunakan lem tembak

Lebih detilnya bisa kalian tonton di video berikut:


menghias tas menggunakan bunga plastik

Kalau kalian juga membuat karya dari tutorial-tutorial yang ada di blogku jangan lupa ditag ke Instagram: @_luciaberta_ ya, aku tunggu!


Cheers,
Lucia Berta
5:40 PM No comments
Natural dyeing saat ini sedang populer di kalangan pecinta craft dan batik. Banyak orang sudah mulai sadar untuk belajar pewarnaan bahan alami dan menggunakannya untuk membuat produk mereka. Selain bisa menambah nilai jual pada barang, penggunaan pewarna alam ini juga aman untuk lingkungan. Kalau ditanya, "kita bisa menggunakan tumbuhan atau buah apa saja untuk dijadikan pewarna alam?", tentu saja jawabanku: semua tumbuhan yang ada di dunia ini bisa digunakan. Nggak usah jauh-jauh atau mencari pohon yang hanya ada di tutorial natural dyeing-nya orang bule (karena kadang ada tumbuhan yang memang susah didapat di Indonesia), lihat saja sekitar tempat kita. Apakah ada pohon mangga? alpukat? mahoni? rambutan? itu semua bisa dipakai lho. Salah satu contoh yang akan aku bikin di tutorial ini adalah pewarna alam menggunakan alpukat. Kebetulan tetangga di dekat studio Folksy (yang lama) memiliki pohon alpukat, jadi bisalah diminta daun atau buahnya ;) Oke langsung saja yuk kita bikin tutorialnya!

pewarnaan kain dengan alpukat

Alat dan bahan:
- kain blacu (kalau bisa yang sudah dimordan biar warnanya bisa menyerap di kain)
- air ekstrak pewarna alam alpukat, bisa bikin sendiri dengan merebus kulit alpukat kering sampai tersisa ekstraknya atau beli saja yang sudah jadi (bisa beli di Toko Wiloka)
- kapur, tunjung, dan tawas untuk fiksasi (bisa dibeli di toko bahan batik atau toko bangunan)
- 5 mangkuk plastik
- sarung tangan (optional ya, kalau kulit kalian sensitif). Aku sendiri pakai sumpit di tutorial
- air bersih
- masker (optional juga, jika kalian tidak tahan bau ekstrak pewarna alamnya. Jujur ekstrak alpukat ini baunya seperti kotoran hewan :( )

Cara membuat:
1. Siapkan air ekstrak pewarna alam terlebih dahulu di mangkuk plastik. Fiksasi (tawas, tunjung, dan kapur) diberi air di masing-masing mangkuk. Karena aku hanya bikin sedikit jadinya tawas, kapur, dan tunjung yang aku pakai juga cuma sedikit, kira-kira 1 sendok makan.

kunci pewarna batik menggunakan tunjung kapur tawas

2. Kain yang sudah siap dicelupkan ke air bersih dulu lalu dimasukkan di mangkuk air ekstrak pewarna alam. Rendam hingga warna meresap di kain

fiksasi batik dan jumputan

3. Angkat kain yang ada di mangkuk air ekstrak pewarna, peras, lalu masukkan di mangkuk fiksasi. Ingat ada 3 fiksasi yang kita siapkan yaitu kapur, tawas, dan tunjung. Kalian bisa memasukkan satu-satu untuk mencobanya. Kalau susah mendapatkan ketiga fiksasi itu, kalian bisa menggunakan salah satunya saja. Aku menggunakan 3 fiksasi karena ingin mencoba menggunakan dan melihat warna yang dihasilkan dari ketiga fiksasi tersebut.

pewarna alami batik

Disini kalian bisa melihat perbedaan warna sewaktu dimasukkan ke mangkuk fiksasi. Tawas tetap mempertahankan warna asli dari pewarna alpukat (paling kiri di foto), kapur membuat warna menjadi merah muda (yang bagian tengah), sedangkan tunjung membuat  warna menjadi lebih hitam/tua (lihat foto yang sebelah kanan). Kegunaan fiksasi ini adalah untuk mengunci warna sekaligus menguatkan warna.

4. Kalau sudah puas dengan hasilnya, angkat kain, peras lalu masukkan ke air bersih lagi baru dijemur.

linen katun batik pewarna alam natural dyeing

Hanya dengan 1 air ekstrak pewarna alam alpukat dan 3 jenis fiksasi ternyata bisa bikin 4 warna ya. Ini belum kalau kita eksperimen lagi menggunakan beberapa fiksasi berbeda pada 1 kain. Seru dan mudah sekali bukan? Lain kali aku akan membuat tutorial ini lagi tetapi menggunakan air ekstrak pewarna alam lain, misalnya mangga atau rambutan. Kita akan lihat warna yang dihasilkan seperti apa. Kalau kalian penasaran, tetap update terus blog aku ya :)


Cheers,
Lucia Berta
11:44 AM No comments
Older Posts

HEY, WELCOME!

recent posts

ARCHIVES

SEARCH MORE

  • Advertorial
  • Behind The Scene
  • Creative Business Hacks
  • Daily Life
  • Folksy Magazine
  • Free Printable
  • Gardening
  • Interviews
  • Photography
  • Tips
  • Tutorial
  • Wellness

WHAT'S HOT TODAY

  • Tutorial Bikin Ecoprint Dengan Teknik Pounding
    DIY tutorial kali ini aku ingin mengajak kalian semua untuk berkenalan dengan ecoprint . Apakah itu ecoprint ? Kata eco berasal dari kata e...
  • 5 Ide Gaya Dekorasi Rustic yang Low Budget
    Mendekorasi salah satu sudut ruangan untuk sebuah acara agar terlihat cantik tidak harus melulu dengan bunga. Daun pun bisa dijadikan hiasan...
  • Cara Mengobati Penyakit Liver Dengan Obat Liver Alami
    Organ hati manusia memiliki kinerja yang cukup berat karena dalam tubuh kita, hati digunakan untuk menetralisir racun yang masuk kedalam tub...
  • Jualan di Etsy, Worth It Nggak Sih?
    Semuanya dimulai dari : ternyata selama ini aku punya akun di Etsy! Jadi dulu aku sempat bikin akun Etsy di tahun 2014 untuk menjual majal...
  • WFH Tetap Dapat Tambahan Penghasilan, 4 Ide Bisnis Kreatif yang Bisa Dicoba di Rumah!
    Selama pandemi ini bisa dibilang semua orang sedang kesusahan mencari penghasilan. Bagi freelancer , sebelum pandemi aja sudah susah, apalag...

Created with by ThemeXpose