Beberapa bulan belakangan aku lagi sering bereksperimen dengan membuat natural dye. Kalau kalian belum ngerti apa itu natural dye, aku jelasin sesingkat-singkatnya. Natural dye atau pewarna alami adalah pewarna pada kain yang dibuat dari bahan alami, contoh buah, kulit buah, batang, daun, akar, bunga, alga, jamur, lumut, hingga bebatuan. Semua tanaman bisa dijadikan sumber pewarna alami, aku ulang lagi ya, SEMUA TANAMAN. Namun yang membedakan apakah tanaman itu worth untuk dijadikan pewarna alami adalah dari kestabilan warnanya. Jadi benar semua tanaman bisa digunakan tapi apakah warna yang dihasilkan itu stabil atau tidak, masih perlu kita observasi dan teliti. Warna yang stabil adalah warna yang awet lebih dari 2 tahun, sedangkan yang tidak stabil adalah warna yang perlahan akan memudar kurang dari 2 tahun. Nah, dari dasar tersebut kita jadi bisa memilah dan memilih tanaman apa yang cocok untuk digunakan untuk proyek jangka panjang atau jangka pendek. Misalnya nih kalau cuma mau hepi-hepi pakai pewarna alam buat bikin prakarya, bisa pakai tanaman yang tidak stabil warnanya, yaitu kol ungu, kunyit, bunga-bungaan. Kalau berencana untuk membuat proyek yang jangka panjang, misalnya membuat clothing line natural dye, kita harus memilih menggunakan tanaman yang pewarnanya stabil, misalnya mangrove (bakau), daun jati, mahoni, manggis, Indigofera, dan banyak lagi.
Kebunku tak hanya menanam tanaman pangan, tapi juga tanaman yang khusus dikenal sebagai tanaman sumber pewarna alam, yaitu magenta plant (truja), Indigofera tinctoria, dan Strobilanthes cusia. Sebenarnya masih ingin menambah kesumba, tanaman yang dikenal sebagai sumber pewarna merah, tapi apa daya lahanku terbatas. Aku sengaja menanamnya karena ingin memperkenalkan ke semua orang, kasih informasi biar tanaman-tanaman itu nggak dilupain, dan biar ditanam massal juga seperti halnya menanam cabe atau tomat.
Oke, cukup ya perkenalannya dengan natural dye. Kali ini aku mau berbagi tutorial seru-seruan membuat natural dye dari daun magenta plant (truja). Kenalan dulu sama ini tanaman ya. Kalau kalian hobi membuat ecoprint, sudah pasti sangat mengenal tanaman ini karena keunikannya, yaitu bisa menghasilkan warna merah kecoklatan ketika di-pounding (dipukul) untuk di cetak di kain. Aku nggak begitu suka membuat ecoprint jadi aku lebih memilih menggunakan daun magenta plant untuk dijadikan pewarna kain.
Magenta plant, dikenal dengan sebutan truja. Memiliki nama botani Dicliptera tinctoria (atau bisa juga Peristrophe bivalvis). Tanaman ini lebih dikenal di Vietnam, dan digunakan sebagai pewarna kain dan makanan. Hasil warnanya ungu magenta. Hampir sama dengan bunga telang ya, sama-sama edible, bedanya kalau bunga telang menggunakan bunganya sebagai pewarna makanan dan minuman, sedang magenta plant yang dipakai daunnya.
Tanaman ini bandel banget, nggak ribet perawatannya, bisa ditanam di dataran tinggi maupun rendah, dan memperbanyaknya juga gampang banget. Tinggal kalian tancepin aja batang tuanya ke tanah, nanti akan mengeluarkan akar dan tumbuh.
Let's go bikin natural dye!
- Petik daun magenta (secukupnya), kalau mau buat di kain yang panjang atau banyak bisa pakai daunnya lebih banyak. Berhubung aku cuma mau bikin untuk tutorial, aku cuma petik beberapa lembar saja (kurleb 15-20 daun)
- Cuci bersih lalu masukkan dalam air dan rebus hingga air sedikit menyusut
- Dalam keadaan panas atau hangat langsung masukkan kain yang sudah di-scouring dan di-mordan hingga kain berubah warna. Lama durasi kain dimasukkan ke larutan pewarna tergantung dari kalian ya. Kalau ingin warna lebih bold bisa agak lama dan diulang beberapa kali.
- Angkat kain dan jemur
- Angkat kain dan jemur
Hasilnya!
Seperti yang sudah kuduga, hasil warna kain: ungu magenta. Waktu proses perebusan daun magenta plant, aku agak ragu karena air larutannya berwarna cokelat (sempat berpikir akan gagal). Padahal kalau lihat di Youtube, orang-orang bisa menghasilkan larutan warna ungu. Meski demikian ternyata ujung-ujungnya sama, tetap menghasilkan warna ungu di kain.
Proses dyeing ini menyenangkan, walau menghabiskan waktu setengah harian. Ya namanya juga slow color ya, kegiatan slowing down yang kreatif. Wajib dicoba nih kalau kamu punya daun truja, jangan dibikin ecoprint terus. Atau mau pakai tanaman lain yang ada di sekitar rumah kalian? Bisa juga lho!
Kalau kamu tertarik membuat natural dye dan penasaran pengen belajar lebih lanjut tentang teknik dasarnya (seperti: apaan tuh di-scouring? apa tuh di-mordan? habis itu diapain?) aku bikin e-booknya nih. Cuss klik gambar dibawah ini ya!
Selamat mencoba dan bereksperimen!







.jpg)

















