Awal Buka Usaha Tapi Masih Stagnan? Menyerah Saja Atau?

by - 11:06 AM

Pandemi ini pingin punya pendapatan sampingan dengan berjualan. Akhirnya mulailah berjualan dari nol. Semua sudah disiapkan dengan baik, ya produksinya, logo usahanya, dan lain sebagainya. Mulai promo juga melalui semua media sosial, bahkan ke tempat saudara dan teman. Tapi semuanya ternyata tidak berjalan baik, sepi nggak ada pembelian. Sebulan lewat, dua bulan lewat, tiga bulan, bahkan hampir empat bulan belum menunjukkan tanda-tanda produk akan terbeli. Kegelisahan mulai muncul dalam diri, capek mengalami situasi yang tidak kunjung baik, suara batin pun berkali-kali berseru "Apakah aku memang tidak berbakat jualan?", "Apakah harus tutup saja?". Nah, pernahkah kalian ada diposisi tersebut? atau malah sedang berada diposisi itu sekarang? 

awal-buka-usaha-tapi-masih-stagnan

Pengalaman awal berbisnis yang stagnan itu tidak hanya kalian yang mengalami, tetapi ada banyak, termasuk aku. Hasilnya ada yang sudah putus asa dan akhirnya menutup usaha, ada juga yang malah sukses besar. Berikut aku akan memberikan tips untuk kalian yang sedang merasakan kondisi tersebut berdasarkan pengalaman yang juga aku pernah miliki. Harap diingat tips ini bukan untuk menaikkan penjualan ya tapi lebih pada sikap kita dalam menghadapi situasi tersebut.

Keep going, jangan putus asa
Jangan dibilang klise karena memang kenyataannya seperti itu. Kalau kalian yakin dengan bisnis kalian ya jangan menyerah. Pernah nggak kalian lihat (di sekitar atau di media sosial) ada penjual jajanan yang sepi pembeli tapi dia tiap hari tetap mau berjualan tanpa menyerah. Meskipun mungkin dalam sehari cuma ada 1 orang yang beli (itupun kalau beruntung). Itulah semangat yang harus kita juga miliki. Menjadi wirausahawan itu tidak mudah, dari awal pun sudah kita ketahui bukan? Yakinlah, ada waktunya orang kenal dengan usaha kita dan mau membelinya. Kesabaran dan ketekunan itu sangat diperlukan.

Konsisten
Memperkenalkan usaha kita ke masyarakat umum agar mereka bisa tahu apa yang kita jual itu butuh konsistensi. Orang akan susah mengingat jika kita tidak konsisten. Contoh sederhananya, dalam grup whatsapp-ku ada banyak teman yang berbisnis, mereka mempromosikan jualan mereka masing-masing di grup tapi hanya 2 orang saja yang lebih mudah kuingat dan diingat teman yang lain karena konsistensinya dalam mempromosikan produk A, bukan random produk A, B, C, dan D. Terlalu banyak yang dipromosikan dan tidak satu tema itu bikin orang tidak mudah mengingatnya, dan kita sendiri juga jadi nggak tahu target pasarnya untuk siapa saja. Misal kita berjualan sembako, tentu yang banyak kita promosikan adalah beras, minyak goreng, telur, dll bukan ditambah juga mempromosikan furnitur, baju, atau sepatu. Ketika kita konsisten, orang akan lebih mudah mengingatnya, atau bahkan tiba-tiba akan dikenal menjadi nama belakang kita nanti, seperti contohnya Rudi Sembako, atau Yanti Beras :D Itu tandanya konsistensi kita sudah berhasil, tinggal tunggu saja mereka beralih membeli produk kita karena ingat nama belakang yang mereka beri tersebut. Keuntungan mendapatkan nama itu tentu menjadi sarana marketing gratis buat kita.

awal-buka-usaha-tapi-masih-stagnan


Mau belajar dengan siapa saja dan apa saja
"Kok produkku belum juga dibeli sih? padahal harganya lebih murah daripada si A, tapi si A malah laris terus". Nah, ya kita belajar dong kepada si A jangan sok gengsi. Kalau si A tidak mau berbagi ilmu atau kita tidak kenal, ya kita cari dengan memperhatikan produk si A, apakah yang membuatnya berbeda? apakah kualitasnya lebih baik? apakah cara memasarkannya lebih tepat? dan lain sebagainya, cobalah mengobservasi saingan-saingan kita dan cari tahu keunggulan mereka. 

Masih belum berhasil? Kita belajar lagi dong. Kali ini kita coba kulik kekurangan yang kita miliki, misalnya kita belum tahu segmen pasar untuk produk kita, nah coba cari ilmu dengan teman yang ahli dibidang marketing, cari buku dan artikel tentang bisnis/usaha, atau tonton video yang berisi tips marketing. Jangan malas untuk belajar karena menjadi wirausaha bukan sekedar menjual produk/jasa, ada banyak hal penting yang perlu kita ketahui kalau usaha kita mau tetap langgeng. 

Jangan takut gagal, terus mencoba, dan miliki banyak strategi bisnis
Banyak wirausahawan sukses yang akhirnya menjadi motivator dan memberikan "rahasia sukses" mereka dalam bentuk pelatihan dan buku. Setiap rahasia yang dilakukan mereka itu berbeda-beda, tetapi apakah ada jaminan juga untuk 100% cocok dengan kita dengan mencoba sesuai dengan salah satu rahasia itu? Nggak kan? Oleh karena itu kita coba saja semua dan disesuaikan dengan target serta produk kita. Memiliki banyak strategi tentang apa yang harus kita lakukan untuk meningkatkan penjualan itu lebih menguntungkan karena bisa melihat mana yang lebih berhasil untuk usaha kita dan mana yang tidak cocok. Kalau tidak berhasil dengan cara A, kita masih bisa pakai cara B, C, D, E, dll.

Contohnya, aku sendiri pernah tidak berani mencoba strategi bisnis dengan membeli iklan untuk usahaku karena takut keluar banyak uang dan belum tentu produkku akan laris terjual. Aku mempertimbangkannya hingga sebulan sambil melihat perkembangan penjualanku. Ketika memang benar-benar tidak ada perubahan, aku beranikan diri untuk membeli iklan dan memantapkan diri akan kehilangan uang. Aku melihat hasil iklan tersebut sangat bagus dalam mendatangkan traffic konsumen tapi disisi lain penjualan belum sesuai harapanku. Akhirnya aku menghentikan iklan tersebut ketika sudah memenuhi target budget-ku dan aku mencoba strategi lainnya. Strategi baru yang kulakukan adalah lebih giat posting di media sosial, mencoba menggunakan aplikasi yang sedang tren, dan lain sebagainya. Akhirnya jadi tidak takut lagi sih mencoba strategi baru karena memang konsekuensinya akan ada kerugian tetapi juga bisa menjadi bahan evaluasi penting kedepannya.  

Berdoa
Bukan sok religius, tetapi karena memang apapun yang kita lakukan harus diiringi dengan doa bukan? Kalau sudah rajin berdoa tetapi tetap tidak berhasil bagaimana? Ya nggak papa, terus saja berdoa. Setidaknya doa itu adalah untuk menguatkan hati kita untuk tetap bisa konsisten dan yakin bahwa usaha yang kita kerjakan ini tidak sia-sia. Tidak terjerumus dengan bisikan negatif untuk menyerah/putus asa, atau bisikan bahwa kita orang yang selalu gagal/tidak mampu. Jangan sampai ya, tetap berpikiran positif dan kuat dalam doa.


Sekarang masih berkata akan menyerah? Hmm lebih baik coba lagi saja dulu, masih ada 100 lebih cara yang belum pernah kita coba bukan? ;) selamat berproses!


Cheers,
Lucia Berta

You May Also Like

0 comments