Apakah blog masih relevan
dengan kondisi jaman sekarang? Iya tentu saja! Selama orang-orang masih mencari
informasi melalui mesin pencarian, blog akan terus digunakan. Meskipun sudah
tidak sepopuler dulu karena ada banyaknya media sosial yang semakin beragam,
tetapi blog masih memiliki kelebihan yang juga sama dengan media sosial lain,
yaitu tentang bisnis. Sejauh pengalamanku, aku beberapa kali mendapat tawaran
kerjasama karena partner yang menawari itu menemukan dan melihat blogku.
Beberapa kesempatan sponsorship juga menemukanku melalui blog. Hal itu terjadi
bahkan sampai sekarang. Blog sudah menjadi semacam portofolio pribadi untuk
bisa dikenal lebih jauh tentang apa minatku, isu apa yang selalu aku ulas, dll. Hmm, oke mulai menarik kan bahasannya? Nah, portofolioku di blog ini secara tidak langsung sudah menjadi bagian dari personal branding yang ingin aku tunjukkan ke semua orang (baik pembaca atau klien).
Lha kok bisa? Trus personal branding itu seperti apa sih dan bagaimana pengaplikasiannya melalui blog? Yuk kita bahas bersama!
Personal Branding adalah proses
untuk mempromosikan/memasarkan diri atau karir melalui citra yang dibentuk
untuk diperkenalkan kepada masyarakat umum/orang lain. Dalam pengertian
sederhananya, personal branding adalah kamu ingin dikenal sebagai apa/siapa?
Kenapa Personal Branding
penting?
Ada dua alasan dasar yang membuat personal branding itu menjadi sangat penting untuk kita, yaitu pertama untuk karir, usaha, dan pekerjaan: mempermudah kita dalam memperoleh kepercayaan dari orang lain untuk menjalin relasi atau kerjasama. Citra diri yang baik dan positif akan membantu orang lain yakin dan percaya untuk bekerjasama dengan kita. Kedua, untuk diri sendiri: memiliki ciri khas yang tidak dimiliki orang lain sehingga membangun rasa percaya diri dan penghargaan pada diri sendiri.
Ada dua alasan dasar yang membuat personal branding itu menjadi sangat penting untuk kita, yaitu pertama untuk karir, usaha, dan pekerjaan: mempermudah kita dalam memperoleh kepercayaan dari orang lain untuk menjalin relasi atau kerjasama. Citra diri yang baik dan positif akan membantu orang lain yakin dan percaya untuk bekerjasama dengan kita. Kedua, untuk diri sendiri: memiliki ciri khas yang tidak dimiliki orang lain sehingga membangun rasa percaya diri dan penghargaan pada diri sendiri.
Ketika kita belum tahu apa yang bisa menjadi ciri khas diri kita untuk ditonjolkan sebagai branding, bagaimana cara mencarinya?
Explore Yourself, ekplorasi diri kita dengan
bertanya apa yang kita sukai, yang suka kita kerjakan, dan sering kita lakukan.
Misal: suka makan makanan manis – suka bikin dessert/jajan cemilan manis –
mencari tahu tempat yang jual cemilan manis/mencari tahu resep dessert kekinian.
Know Your Value (tahu nilai dirimu), kenali
lebih dalam lagi diri kita dengan mengetahui potensi/keahlian yang dimiliki
yang membuat kita juga sama berharganya seperti orang lain (klien, teman, bos,
rekan kerja, dll).
Pengaplikasian Branding di
Blog
Orang akan tertarik dan
berlama-lama ada di blog kita hingga mereka mengerti benar bahwa apa yang ada
dalam blog kita merujuk pada isu tertentu jika tampilan beserta konten blog
yang konsisten, profesional, tampilan menarik, dan semua informasi tertulis
jelas. Misalnya, kalau kita tiba-tiba menemukan blog dengan tampilan yang
cantik, cerita-cerita yang diposting secara konsisten yang mengulas tentang
tips kuliner yang beragam dan komplit, ada foto-foto menarik juga yang membuat
kita semakin betah membaca postingan artikelnya, tanpa kita tahu penulis blog
tersebut tentu sudah bisa langsung kita tebak kalau itu adalah blog kuliner dan
penulisnya adalah pecinta kuliner, ya khan? Begitu nanti semakin penasaran,
kita cari siapa penulisnya melalui biodata yang ada di blog tersebut. Dan
seketika itu juga proses branding yang dilakukan untuk memperkenalkan diri
kalian mulai berjalan. Efeknya akan lebih besar setelah itu, orang tersebut
bisa jadi memberitahukan temannya tentang blog kalian atau menjadikannya
referensi untuk pekerjaannya kalau nanti ada pekerjaan yang berkaitan dengan
kuliner. Dengan begitu bisa dibilang, personal branding kalian berhasil!
Nah sekarang bagaimana sih cara untuk membuat blog kita terlihat profesional sesuai dengan
branding yang akan kita ciptakan?
Tampilan Blog
Tampilan blog meliputi warna, layout, dan template blog.
Warna: kalian bisa gunakan warna yang mewakili branding kalian atau identitas branding, misal ingin memilih identitas dengan warna pastel karena selama ini penyuka warna pastel dan yang ditawarkan adalah konten yang memiliki hubungan dengan warna tersebut misalnya untuk perempuan yang kebanyakan suka warna tersebut. Cara untuk memilih warna, kita bisa menggunakan atau membuat palet warna. *Palet warna adalah sekumpulan warna yang serasi. Palet warna sering kali digunakan untuk mendesain sesuatu dengan tampilan & nuansa yang konsisten. Cara membuat palet warna bagaimana? Bisa lihat referensi di Pinterest.com (ketik color palette) ada banyak contohnya. Kalau menggunakan warna sendiri yang dipilih juga bisa.
Contoh color palette:
Source: Design Seeds
Template blog: adalah cetakan desain tampilan blog. Pola standar yang digunakan untuk menampilkan layout blog secara konsisten. Meskipun blog kita terdiri dari ribuan halaman konten, tetapi format atau layout setiap halamannya akan tetap sama. Biasanya blogspot dan wordpress sudah memiliki banyak template blog yang bisa kalian gunakan secara gratis, ada juga website tertentu yang menawarkan template blog secara custom (sesuai keinginan kita) yang berbayar. Semuanya terserah kalian ingin menggunakan template gratis atau berbayar, namun perlu diingat untuk memilih template blog yang sesuai identitas branding kita.
Layout: tampilan tata letak, atau bahasa sederhananya adalah struktur yang membentuk tampilan dari sebuah blog. Layout ini masuk dalam kategori template blog.
Nah untuk membedakan pengertiannya, aku gambarkan sebagai berikut:
Aku bikin blog dengan tema minimalis, jadi aku pilih tampilan blog/ template blog minimalis. Nah pada tampilan template minimalis itu hanya ada 2 warna utama (putih dan pink), dengan layout (tata letak) yang sederhana juga, yaitu hanya akan ada kolom artikel yang terletak dibagian tengah, kolom biodata yang terletak disisi kanan atas, kolom sosial media (yang terletak dibawah kolom biodata), dan header (biasanya nama blog ada di bagian header ini, yaitu terletak dibagian atas blog).
Konten yang profesional
Bagaimana membuat konten blog terlihat profesional? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
- Tema blog. Bicara tentang konten yang akan dibahas, tentu kita harus mencari tema blog terlebih dahulu, ya nggak? Mau nulis apa sih kalau temanya belum jelas? nulisnya juga akan gado-gado alias semua isu ditulis. Kalau sudah begini, kita akan semakin susah mencari pasar yang tepat yang akan membaca tulisan kita di blog. Apakah pembaca remaja, ibu muda, para profesional, atau apa? Kalau begitu yuk kita bikin tema dulu. Kita cari tema besarnya apa, misalnya traveling (karena suka jalan-jalan dan kebetulan kerja di agen travel). Oke sudah dapat tema besar, saatnya membagi menjadi tema kecil-kecil lagi.
Tujuan dari membuat tema kecil-kecil adalah agar lebih fokus, lebih spesifik tentang hal yang kita kuasai, dan bisa menjadi pembeda dengan travel blogger lainnya (baca: jadi ciri khas). Traveling itu luas sekali topiknya, jadi misal kita spesifikkan lagi untuk mencari tema kecil, contoh: aku ingin mengulas traveling untuk pemula yang punya budget pas-pasan aja, dan biasanya mereka lebih suka melakukan traveling dengan cara sebagai backpacker karena irit dan sesuai budget. Akhirnya dapat deh untuk dibikin menjadi tema kecil, kita beri 3 tema kecil yang akan selalu kita ulas di blog, yaitu: (1) tips traveling untuk pemula, (2) review penginapan yang ramah untuk backpacker, (3) destinasi wisata budget kecil yang terlihat mewah. Nah, akhirnya penulisan artikel atau konten yang kita ulas bisa kita lakukan sesuai dengan tema kecil tersebut. Dan lakukan itu secara konsisten.
- Artikel. Salah satu hal yang vital dari seorang blogger adalah artikel. Dengan artikel yang bagus kita bisa memberikan informasi sesuai yang kita inginkan kepada pembaca, dan membuat orang betah membaca semua informasi yang kita tulis. Kalau sudah begitu bagaimana? Lagi-lagi untuk artikel kita juga sesuaikan dengan personal branding yang mau kita bentuk. Yang pertama: kita putuskan dulu apakah artikel dikemas secara formal dengan bahasa sesuai KBBI, atau dikemas dengan santai seperti bercerita, dll.
- Fitur yang melengkapi artikel, yaitu foto, video, grafik, dll. Materi ini akan sangat penting untuk kalian yang memang harus menggunakan foto, video, dan grafik sebagai materi utama atau yang akan ditonjolkan daripada isi artikel. Misalnya fotografer, blog resep masakan, travel blogger, food blogger, dll. Usahakan bukan foto hasil mengambil punya orang lain, jika mengambil bisa disertakan kredit dan link. Kalau foto sekedar untuk pelengkap artikel agar lebih terlihat menarik bisa menggunakan foto-foto gratis yang bisa kita temukan di website seperti pexels, pixabay, canva, dll. Foto di website tersebut memang boleh dipakai dan tidak perlu ijin copyright.
Hal selanjutnya yang bisa kalian lakukan yaitu siap dipublikasikan! Sebarkan! Promosikan! Jangan lupa juga untuk ikutan komunitas blogger ya, lumayan bisa menambah networking dan kesempatan.
Cheers,
Lucia Berta


