Tips dan Trik Ikutan Bazaar di Luar Negeri (Biaya Sendiri!)
Bisa ikut pameran/bazaar di luar negeri. Terdengar sangat menggiurkan bukan? apalagi untuk kita yang entrepenuer. Selain bisa menaikkan gengsi produk kita, bisa sekalian jalan-jalan juga. Wah siapa sih yang nggak mau? Pengalamanku ikutan bazaar di luar negeri adalah di tahun 2004 di Malaysia. Saat itu serius kita (aku dan temenku berdua saja) cuma iseng aja ikutan, dan itu juga pakai duit sendiri alias independen, bukan undangan atau perwakilan yang ditunjuk pemerintah. Kok bisa senekat itu? entahlah. Dulu yang kupikirkan hanya ongkos pulang pergi sama makan selama disana, karena kebetulan temenku punya temen yang bisa ditebengi menginap. Nggak disangka disana kita kemana-mana juga diantar jemput teman dan panitia bazaarnya hahaha baik banget nggak sih panitianya, kita jadi merasa istimewa :)
Baca juga: Pertama Kali Bazaar di Malaysia
Baca juga: Pertama Kali Bazaar di Malaysia
Aku mendapat pengalaman seru dengan bazaar pertamaku di luar negeri, hal itu yang akhirnya bikin aku ketagihan untuk melakukannya lagi. Tahun 2016 aku ke Malaysia lagi untuk ikutan bazaar handmade sebuah komunitas anak muda yang memang concern dengan art and craft. Waktu itu aku pergi bersama timku, kita berempat. Nah, sekarang aku mulai cerita dan kasih tips, gimana sih biar bisa ikutan bazaar di luar negeri dengan biaya sendiri?
Disclaimer: berdasarkan pengalamanku sendiri ya, dan semoga masih relate dengan jaman milenial ini :)
Cari dan kepoin informasi lengkap
Sebelum daftar untuk ikutan, pastilah kita cari tahu info dahulu dimana ada bazaar yang bisa kita ikuti. Aku mendapatkan info dari Instagram, aku sengaja cari dengan ketik hashtag gitu, dan memang sengaja memilih di negara yang dekat saja yaitu Malaysia. Aku mulai telusuri dan kepoin beberapa akun produk handmade crafter Malaysia, yang akhirnya mengantarkanku pada akun organizer bazaarnya. Pelajari informasi tentang bazaar mereka termasuk syarat-syarat pendaftarannya. Kadang ada perbedaan ketentuan seleksi penerimaan tenants. Hah ada seleksi? kebanyakan yang aku temukan, iya, jadi kalian harus benar-benar bisa mempresentasikan produk kalian dengan baik (pakai foto yang oke, isi kelengkapan dengan profesional, dll) jadi kalian harus benar-benar pelajari ya, jangan sampai terlewat.
Tips mendaftar menjadi tenant:
- Persiapkan katalog produk kalian. Mulai bikin portfolio atau katalog. Bikin semenarik mungkin!
- Perhatikan tanggal hari H bazaarnya. Aku lebih suka tanggal yang masih lama, misal rentang waktu 1-2 bulanan, jadi kalau lolos seleksi kita masih bisa bersiap-siap mengumpulkan uang.
- Cek popularitas bazaarnya, hal ini penting karena kalau acara mereka terkenal di negaranya dan banyak yang ikutan, bisa dipastikan bukan tipu-tipu, dan sesuai dengan pasar yang kita inginkan untuk produk kita. Jangan sampai kita jualan merchandise handmade anak muda tapi malah sampai sana terdampar di bazaar random yang nggak jelas. Ya, memang kalau rejeki pasti terjual tetapi disini kita nggak cuma akan mementingkan itu, kita juga butuh koneksi/networking dengan komunitasnya (dan ini keuntungannya akan lebih banyak, nggak sekedar uang).
- Cek lokasi bazaar. Aku sangat memperhatikan lokasi karena nanti pasti akan memikirkan hotel dan transportasi yang dekat dengan lokasi bazaar.
Siapkan biaya pendaftaran bazaar dan harian selama stay disana
Kalau sudah lolos seleksi, selanjutnya yang kita pikirkan adalah biayanya. Biaya yang harus kita keluarkan nggak cuma biaya pendaftaran, tetapi masih ada banyak yang perlu kita siapkan, contohnya: biaya bikin pasport, biaya hotel/homestay, biaya makan, transport selama disana, transport pesawat pulang pergi.
Mulai dari biaya pendaftaran, berikut hal yang harus diperhatikan:
- Jika biaya pendaftaran sangat mahal, kita bisa patungan aja sama temen yang mau ikutan, atau bisa menerima titip jual produk mereka dengan imbalan patungan biaya pendaftaran.
- Metode pembayaran. Biasanya mereka memberikan pilihan pembayaran dengan metode paypal, transfer antarbank, atau metode lain yang familiar dipakai di negara mereka. Kalau kalian tidak bisa menggunakan metode mereka atau tidak punya paypal, coba komunikasikan pada mereka, tanyakan apakah bisa dengan metode lain misalnya pakai western union atau apapun itu. Banyak-banyak berkomunikasi dengan panitia ya. Aku juga gitu kok, malah hampir tiap hari whatsappan atau kirim email sama mereka.
Nggak kalah penting:
- Cek selalu biaya tiket pesawat, syukur-syukur bisa dapat yang murah. Biasanya acara bazaar mereka diadakan pada waktu weekend (sabtu-minggu), nah kita jangan ambil yang mepet banget misalnya jumat/sabtu berangkat dan nanti senin pulang. Aku memilih berangkat 2-3 hari sebelum hari H. Misalnya berangkat hari rabu dan pulang senin, jadi akan ada disana selama kurleb 7 hari (semingguan). Nggak kelamaan? nggak, justru hal ini akan menguntungkan bagi kita karena:
1. kita jadi punya waktu untuk cek lokasi bazaar, survey transport, dll di hari sebelumnya
2. harga tiket bisa dapat yang lebih murah
Wah kalau lama disana berarti biaya harian nambah dong? iya benar, tapi aku punya tips lagi untuk mengatasinya, yaitu:
1. Cari motel yang dekat atau murah atau biasanya untuk backpacker, bisa cari lewat aplikasi.
2. Bawa teman atau tim jadi bisa patungan untuk makan dan transport. Waktu aku dan tim di Malaysia, kita selalu makan 1 porsi untuk bersama karena ternyata porsi mereka banyak, dan transport pun kita pakai Uber (lebih direkomendasikan daripada taksi) yang lebih murah dan praktis.
3. Karena kita masih punya banyak waktu, jadi sekalian aja kita bikin workshop selama disana, lumayan nanti uang yang masuk bisa buat tambahan modal harian, dan kita juga ada kegiatan selama menunggu hari H (atau bisa dibilang sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui). Bagaimana bisa bikin workshop, brandku kan belum terkenal disana? dan ribet pasti. Nggaklah! nah kukasi tips lagi, setelah ada pengumuman lolos, aku langsung cari akun organizer yang khusus untuk workshop handmade di Instagram. Cari yang sudah kredibel dan coba saja dikontak melalui email. Perkenalan dulu trus kasih tahu kegiatan kita selama di Indonesia (workshop-workshop yang kita lakukan, dll), dan menawarkan kerjasama untuk membuatkan workshop kita pas disana. Jadwalnya tentu bisa kita sesuaikan dengan tanggal kita ada disana. Atau kalau tidak bisa kasih workshop, kita bisa lakukan hal lain yang bisa menghasilkan atau hanya untuk sekedar mencari koneksi, misalnya cari concept store yang bisa kita tawarin kerjasama untuk titip produk kita di toko mereka, dll. Pokoknya tetap coba banyak hal yang menguntungkan bagi kita selama disana ;)
Disclaimer: berdasarkan pengalamanku sendiri ya, dan semoga masih relate dengan jaman milenial ini :)
Cari dan kepoin informasi lengkap
Sebelum daftar untuk ikutan, pastilah kita cari tahu info dahulu dimana ada bazaar yang bisa kita ikuti. Aku mendapatkan info dari Instagram, aku sengaja cari dengan ketik hashtag gitu, dan memang sengaja memilih di negara yang dekat saja yaitu Malaysia. Aku mulai telusuri dan kepoin beberapa akun produk handmade crafter Malaysia, yang akhirnya mengantarkanku pada akun organizer bazaarnya. Pelajari informasi tentang bazaar mereka termasuk syarat-syarat pendaftarannya. Kadang ada perbedaan ketentuan seleksi penerimaan tenants. Hah ada seleksi? kebanyakan yang aku temukan, iya, jadi kalian harus benar-benar bisa mempresentasikan produk kalian dengan baik (pakai foto yang oke, isi kelengkapan dengan profesional, dll) jadi kalian harus benar-benar pelajari ya, jangan sampai terlewat.
Tips mendaftar menjadi tenant:
- Persiapkan katalog produk kalian. Mulai bikin portfolio atau katalog. Bikin semenarik mungkin!
- Perhatikan tanggal hari H bazaarnya. Aku lebih suka tanggal yang masih lama, misal rentang waktu 1-2 bulanan, jadi kalau lolos seleksi kita masih bisa bersiap-siap mengumpulkan uang.
- Cek popularitas bazaarnya, hal ini penting karena kalau acara mereka terkenal di negaranya dan banyak yang ikutan, bisa dipastikan bukan tipu-tipu, dan sesuai dengan pasar yang kita inginkan untuk produk kita. Jangan sampai kita jualan merchandise handmade anak muda tapi malah sampai sana terdampar di bazaar random yang nggak jelas. Ya, memang kalau rejeki pasti terjual tetapi disini kita nggak cuma akan mementingkan itu, kita juga butuh koneksi/networking dengan komunitasnya (dan ini keuntungannya akan lebih banyak, nggak sekedar uang).
- Cek lokasi bazaar. Aku sangat memperhatikan lokasi karena nanti pasti akan memikirkan hotel dan transportasi yang dekat dengan lokasi bazaar.
Siapkan biaya pendaftaran bazaar dan harian selama stay disana
Kalau sudah lolos seleksi, selanjutnya yang kita pikirkan adalah biayanya. Biaya yang harus kita keluarkan nggak cuma biaya pendaftaran, tetapi masih ada banyak yang perlu kita siapkan, contohnya: biaya bikin pasport, biaya hotel/homestay, biaya makan, transport selama disana, transport pesawat pulang pergi.
Mulai dari biaya pendaftaran, berikut hal yang harus diperhatikan:
- Jika biaya pendaftaran sangat mahal, kita bisa patungan aja sama temen yang mau ikutan, atau bisa menerima titip jual produk mereka dengan imbalan patungan biaya pendaftaran.
- Metode pembayaran. Biasanya mereka memberikan pilihan pembayaran dengan metode paypal, transfer antarbank, atau metode lain yang familiar dipakai di negara mereka. Kalau kalian tidak bisa menggunakan metode mereka atau tidak punya paypal, coba komunikasikan pada mereka, tanyakan apakah bisa dengan metode lain misalnya pakai western union atau apapun itu. Banyak-banyak berkomunikasi dengan panitia ya. Aku juga gitu kok, malah hampir tiap hari whatsappan atau kirim email sama mereka.
Nggak kalah penting:
- Cek selalu biaya tiket pesawat, syukur-syukur bisa dapat yang murah. Biasanya acara bazaar mereka diadakan pada waktu weekend (sabtu-minggu), nah kita jangan ambil yang mepet banget misalnya jumat/sabtu berangkat dan nanti senin pulang. Aku memilih berangkat 2-3 hari sebelum hari H. Misalnya berangkat hari rabu dan pulang senin, jadi akan ada disana selama kurleb 7 hari (semingguan). Nggak kelamaan? nggak, justru hal ini akan menguntungkan bagi kita karena:
1. kita jadi punya waktu untuk cek lokasi bazaar, survey transport, dll di hari sebelumnya
2. harga tiket bisa dapat yang lebih murah
Wah kalau lama disana berarti biaya harian nambah dong? iya benar, tapi aku punya tips lagi untuk mengatasinya, yaitu:
1. Cari motel yang dekat atau murah atau biasanya untuk backpacker, bisa cari lewat aplikasi.
2. Bawa teman atau tim jadi bisa patungan untuk makan dan transport. Waktu aku dan tim di Malaysia, kita selalu makan 1 porsi untuk bersama karena ternyata porsi mereka banyak, dan transport pun kita pakai Uber (lebih direkomendasikan daripada taksi) yang lebih murah dan praktis.
3. Karena kita masih punya banyak waktu, jadi sekalian aja kita bikin workshop selama disana, lumayan nanti uang yang masuk bisa buat tambahan modal harian, dan kita juga ada kegiatan selama menunggu hari H (atau bisa dibilang sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui). Bagaimana bisa bikin workshop, brandku kan belum terkenal disana? dan ribet pasti. Nggaklah! nah kukasi tips lagi, setelah ada pengumuman lolos, aku langsung cari akun organizer yang khusus untuk workshop handmade di Instagram. Cari yang sudah kredibel dan coba saja dikontak melalui email. Perkenalan dulu trus kasih tahu kegiatan kita selama di Indonesia (workshop-workshop yang kita lakukan, dll), dan menawarkan kerjasama untuk membuatkan workshop kita pas disana. Jadwalnya tentu bisa kita sesuaikan dengan tanggal kita ada disana. Atau kalau tidak bisa kasih workshop, kita bisa lakukan hal lain yang bisa menghasilkan atau hanya untuk sekedar mencari koneksi, misalnya cari concept store yang bisa kita tawarin kerjasama untuk titip produk kita di toko mereka, dll. Pokoknya tetap coba banyak hal yang menguntungkan bagi kita selama disana ;)
Baca pengalaman workshop kami di Malaysia yang ditulis oleh Shia Lynn (organizer workshop kami yang sangat baik banget) disini: Mini Book Binding Workshop by Folksy Press at The Artsy Craftsy Studio
Menjalin koneksi sebanyak-banyaknya
Aku dan tim merasa sangat beruntung selama ikutan bazaar di Malaysia, karena selain bisa menjalin pertemanan dengan panitia bazaar dan organizer workshop, kami juga mendapat teman baru dari sesama peserta bazaar, pengunjung/pembeli produk kami yang akhirnya jadi teman juga, dan peserta workshop.
Kebetulan timku anak-anaknya rame, suka banget ketemu orang baru dan hal-hal seputar handmade dan bazaar, jadi sebelum kita berangkat, kita semua sempat kepoin peserta bazaar lain yang akan berjualan disana. Kita pun sudah punya daftar peserta yang pengen kita datangi, yang kita lihat di Instagram. Benar saja, sampai disana bukannya jaga booth jualan, eh kami malah main berkunjung ke tiap booth bahkan jajan/beli produk mereka haha. Nah karena kami "terlihat sangat antusias dan bersahabat" seperti itu, malah jadi menarik peserta lain untuk ganti mengunjungi booth kami, bahkan kami diajak juga untuk datang ke studio mereka setelah bazaar selesai.
Tujuan kita ikut bazaar ke luar negeri akhirnya bukan hanya sekedar untuk untung dan rugi penjualan, tetapi menjalin banyak relasi dan teman. Kalau cuma lihat untung rugi sih tentu secara nominal uang rugi banget dan nggak balik modal. Tetapi dari kenekatan ini kami jadi punya banyak pengalaman dan networking untuk kelangsungan bisnis kita selanjutnya. Jadi, mulai tertarik atau memikirkan kemungkinan untuk nekat ikut acara bazaar di luar negeri juga? Yuk!! Semoga info ini bermanfaat :) :)
Cheers,
Lucia Berta
Menjalin koneksi sebanyak-banyaknya
Aku dan tim merasa sangat beruntung selama ikutan bazaar di Malaysia, karena selain bisa menjalin pertemanan dengan panitia bazaar dan organizer workshop, kami juga mendapat teman baru dari sesama peserta bazaar, pengunjung/pembeli produk kami yang akhirnya jadi teman juga, dan peserta workshop.
Kebetulan timku anak-anaknya rame, suka banget ketemu orang baru dan hal-hal seputar handmade dan bazaar, jadi sebelum kita berangkat, kita semua sempat kepoin peserta bazaar lain yang akan berjualan disana. Kita pun sudah punya daftar peserta yang pengen kita datangi, yang kita lihat di Instagram. Benar saja, sampai disana bukannya jaga booth jualan, eh kami malah main berkunjung ke tiap booth bahkan jajan/beli produk mereka haha. Nah karena kami "terlihat sangat antusias dan bersahabat" seperti itu, malah jadi menarik peserta lain untuk ganti mengunjungi booth kami, bahkan kami diajak juga untuk datang ke studio mereka setelah bazaar selesai.
Tujuan kita ikut bazaar ke luar negeri akhirnya bukan hanya sekedar untuk untung dan rugi penjualan, tetapi menjalin banyak relasi dan teman. Kalau cuma lihat untung rugi sih tentu secara nominal uang rugi banget dan nggak balik modal. Tetapi dari kenekatan ini kami jadi punya banyak pengalaman dan networking untuk kelangsungan bisnis kita selanjutnya. Jadi, mulai tertarik atau memikirkan kemungkinan untuk nekat ikut acara bazaar di luar negeri juga? Yuk!! Semoga info ini bermanfaat :) :)
Cheers,
Lucia Berta



0 comments