Selling Digital Product Part 1: Ide Produk Digital yang Bisa Menghasilkan Passive Income
Tidak bisa dipungkiri adanya pandemi Covid-19 yang sudah mendunia ini mampu membuat kerugian luar biasa untuk sektor perekonomian semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Tantangan terbesar saat pandemi adalah berubahnya sistem penjualan pada industri kreatif global. Beberapa bisnis kreatif akhirnya kolaps dikarenakan tidak adanya sarana ajang jual beli seperti pameran yang biasanya diadakan di setiap kota di Indonesia akibat dari pembeli tidak mau mengambil risiko penularan Covid-19. Belum lagi penjualan yang menurun drastis akibat tingkat permintaan produk semakin rendah. Orang-orang lebih memprioritaskan untuk membeli produk kesehatan seperti vitamin, obat, dan masker dalam masa pandemi. Bisa dikatakan bisnis kreatif anak muda sedang kehilangan masa kejayaannya saat ini. Beberapa diantara mereka ada yang tetap berjuang untuk bertahan, tetapi tidak sedikit pula yang akhirnya harus rela gulung tikar. Padahal bisnis kreatif telah dinyatakan sebagai kekuatan baru dan garda terdepan pemulihan ekonomi nasional oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hal ini tentu memberikan tantangan besar untuk sektor ekonomi kreatif Indonesia.
Hidup terus berjalan, mau tidak mau semua orang harus bisa beradaptasi dan berdamai dengan kondisi pandemi yang belum juga berakhir. Berbagai cara dilakukan untuk tetap bisa berkarya dan kembali menjalankan roda perekonomian. Berjualan produk digital akhirnya tercetus menjadi salah satu solusinya. Masa pandemi ini adalah waktu yang tepat untuk mengubah strategi penjualan karya dengan mengubahnya menjadi produk digital. Keuntungan dari situasi ini sudah pasti orang-orang banyak berada di rumah sehingga memiliki banyak waktu untuk mempelajari hal baru atau melakukan hobi baru. Sistem online juga akan lebih dipilih untuk berbelanja berbagai peralatan dan kebutuhan.
Berjualan produk digital memang bukan strategi bisnis yang baru, tetapi selama beberapa tahun terakhir ini pasar produk digital mulai dilirik anak muda seiring dengan antusiasme pada bidang kewirausahaan digital. Sistem penjualan produk digital juga sudah mulai diperkenalkan di beberapa marketplace terkenal di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Produk digital memberikan banyak keleluasaan anak muda untuk bisa terus berekspresi dan berkarya.
Di Indonesia sendiri peluang untuk membuat dan menjual produk digital terutama produk kreatif masih besar. Pasar yang bisa dijangkau juga luas, bahkan konsumen dari luar negeri adalah pasar yang paling potensial. Jika kamu seorang yang kreatif atau suka membuat produk kreatif dan ingin mencoba peluang berjualan produk digital, tidak perlu merasa bingung dan pusing karena sekarang sudah sangat mudah sekali dilakukan. Kamu juga tidak membutuhkan banyak keahlian seperti misalnya untuk membuat website untuk menjual produk-produk digital. Seperti apa sih kemudahannya, apalagi untuk pemula? Yuk simak kelanjutan artikel ini!
Apa Itu Produk Digital? Secara sederhana, produk digital diartikan sebagai produk dengan wujud bukan fisik atau biasanya berbentuk elektronik yang diperjualbelikan secara daring (online) melalui media internet. Penggunaan produk digital diakses melalui perangkat digital (smartphone, tablet, PC desktop, laptop, dan lainnya). Beberapa produk digital yang sudah familiar di masyarakat umum antara lain: musik MP3, video MP4, kursus online, E-book, aplikasi smartphone, font, dan masih banyak lagi.
Keuntungan berjualan produk digital adalah tidak perlu membayar biaya untuk memproduksi dan mendistribusikan setiap produk. Produk yang dihasilkan juga tidak terbatas atau tidak akan pernah habis dibeli sampai kapanpun jika kamu tidak menghapus atau menghilangkan file-nya. Hal ini berarti kamu bisa membuat satu produk untuk dapat dibeli orang lain berkali-kali. Selain itu kamu juga tidak memerlukan banyak alat dan bahan untuk membuatnya atau melakukan pra-pembelian barang.
Keuntungan selanjutnya, adalah bisa memiliki pendapatan atau penghasilan pasif (passive income). Pemasukan atau pendapatan pasif (passive income) adalah penghasilan yang diperoleh seseorang dengan melakukan aktivitas seminim mungkin tanpa berperan aktif didalamnya. Selama ini saham menjadi salah satu pendapatan pasif yang biasanya lebih diminati dan dikenal, akan tetapi untuk beberapa jenis produk digital yang dijual juga bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan pasif. Sistemnya terjadi dengan adanya penjualan terus menerus meskipun kita hanya sekali membuat produk, dan penjualan itu bisa berlangsung 24 jam tanpa kita harus melakukan sesuatu yaitu bisa saja sewaktu kamu sedang tidur ada produkmu yang terjual.
Seperti halnya kehidupan yang memiliki dua sisi yaitu baik dan buruk, berjualan produk digital juga memiliki kerugian yang bisa saja kamu alami, salah satunya adalah permasalahan pencurian karya dan copyright (hak cipta). Dunia maya adalah dunia yang luas, ada banyak sekali karya digital yang dihasilkan dan diperjualbelikan di internet. Pencurian karya yang akhirnya diakui dan dijual orang lain bisa saja terjadi. Bahkan hal tersebut sudah menjadi mimpi buruk yang selalu dialami para kreator atau seniman.
Produk-produk Digital yang Bisa Jadi Passive Income
Produk digital yang sekarang bisa kita temui macamnya banyak sekali tak terhitung, mulai dari kursus online hingga jasa desain. Akan tetapi ada beberapa produk yang bisa menjadi pilihan anak muda yang hobi berketrampilan dan karya seni (art and handmade) sekaligus bisa digunakan sebagai investasi untuk mendapatkan penghasilan pasif. Produk digital ini adalah dokumen digital (printable) yang berupa sebuah karya, baik karya ilustrasi, gambar, desain, foto yang bisa diunduh dan dicetak sendiri. Produk yang termasuk dalam printable ini ada banyak, diantaranya:
1. Artwork (karya seni)
Suka menggambar, atau bikin ilustrasi? Kamu bisa jual karyamu berbentuk digital yang diaplikasikan sebagai hiasan dinding, stiker, sampul buku, clip arts, komik digital, kartu ucapan, dan lain-lain.
2. Desain
Kalau jago mendesain dan bikin template, kamu bisa jual desain logo, template CV (Curriculum Vitae), kartu nama, undangan, planners (perencana), template sosial media, template website/blog dan masih banyak lagi
3. Pattern / pola
Punya ketrampilan di bidang kerajinan tangan (seperti menjahit, merajut, menyulam) kamu bisa menjual pola rajutan, pola pakaian dan tas, pola quilting, pola sulaman, pola kain, dll.
4. Filter foto
Anak muda yang suka bermain media sosial dan swafoto tentu tidak asing dengan filter foto. Meskipun aplikasi edit foto yang banyak digunakan orang-orang sudah memiliki fitur filter foto secara gratis, tetapi masih ada juga yang lebih memilih untuk membeli filter foto tertentu yang disukainya.
5. Produk tulisan
Suka menulis atau memiliki tulisan tangan yang cantik? Kamu bisa menjual e-book, zine digital, font, dan karya tulisan untuk hiasan dinding.
6. Fotografi
Foto digital sangat diminati oleh orang-orang untuk dicetak dan digunakan sebagai hiasan dinding. Beberapa blogger atau penulis juga suka menggunakan foto untuk melengkapi karya tulisan mereka.
Pilihannya sangat banyak bukan? dan sebenarnya bisa kutulis lebih banyak lagi, tetapi memang kategori yang sudah kutulis tersebut yang lebih sering dijumpai dan lebih laku di beberapa marketplace luar negeri yang terkenal. Kalau sudah begini, kamu jadi nggak punya alasan lagi untuk tidak memulai membuat produk digital yang bisa dijual ;)
Selling Digital Product Part 2 sudah bisa dibaca DISINI
Cheers,
Lucia Berta


4 comments
Thanks infonya mbak, pas banget aku juga lagi cari ide produk jualan. Kayaknya ide mbak Lucia bisa dicoba nih.
ReplyDeleteWah, pas! Selamat mencoba, semoga sukses ya :)
DeleteKalo utk produk digital yg seperti filter foto, patern, design dll, jujurnya aku ga ngerti dan gaptek juga masalah bikin2nya. Selama ini passive income digital yang aku rasain palingan dari dividen saham, kenaikan capital gain, juga dari interest investasi di P2P lending. Mungkin Krn basicku juga financial, jadi fokusku selalu kesana. Tambahan passive income lain, dari uang sewa apartmen, dan rumah yg rutin masuk secara tahunan. Tp kayaknya kalo 2 source income itu ga termasuk produk digital sih Yaa :).
ReplyDeleteHalo, mungkin jika mau coba bikin produk digital bisa membuat e-book atau e-course mba, apalagi kalau memang sudah menguasai materi tertentu misalnya materi finansial untuk remaja atau keluarga muda dll. Nggak melulu harus produk desain kok :)
Delete