Jack Of All Trades, Master of None
”Lowongan Kerja, Kualifikasi:
Multi-talenta, mau belajar hal baru, terbuka pada perubahan.”
Satu atau mungkin beberapa dari kalian, pasti sering menemukan tulisan
seperti di atas, khususnya saat mencari pekerjaan. Saking seringnya, akhirnya
kamu parno dan berusaha memenuhi ‘tuntutan umum’ tersebut. Dibalut dengan rasa
penasaran dan keinginan belajar yang tinggi, akhirnya kamu mempelajari ini dan
itu, menjajal berbagai hal, sampai akhirnya skill
dan pengetahuanmu seluas samudera. Selamat, kamu adalah “Jack Of All
Trades, Master of None”.
Kamu pernah dijuluki sebagai Jack Of
All Trades, atau baru sekali ini mendengarnya? Kiasan ini dipopulerkan oleh
Robert Greene dalam “1592 booklet Greene’s Groats-Worth of Wit”. Pada umumnya, Jack of All Trades bermakna seseorang yang
memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal dalam berbagai bidang, tapi tidak
menjadi ahli atau “master” dalam apapun. Kata “Jack” diambil dari terminologi playing cards dan memiliki makna
orang-orang pada umumnya. Singkatnya, di segala bidang kamu cuma jack aja, mengerti dan bisa melakukan
banyak hal tapi nggak pernah jadi king.
Hmm, lalu apakah hal ini benar-benar terjadi di dunia
nyata? Ya, tentu saja. Coba lihat sistem pendidikan di Indonesia secara umum.
Kita dituntut mempelajari banyak hal, dari mulai ilmu sosial sampai ilmu alam. Belum
lagi kalau bicara soal bekerja, kadang statusnya apa, job desc-nya apa, yang dikerjakan apa? Tapi, tentunya kita memang
tidak boleh menutup diri dengan hal baru kan, takutnya nanti ketinggalan zaman.
If I am the one of them, is it always
that bad? Inilah kekhawatirannya.
Beberapa orang menganggap Jack Of All
Trades adalah sesuatu yang negatif, bisa ini dan itu tapi tidak cukup ahli
dalam apapun. Namun, tidak sedikit juga yang berpikiran lebih luas dan
menganggap Jack Of All Trades adalah
masternya integrasi (menggabungkan). Sebenarnya, mereka dapat dikatakan lebih
bersifat “generalis” daripada “spesialis”, di situlah poinnya. Mungkin, karena
ada embel-embel “Master of None” jadi terkesan negatif, tetapi jika mau melihat
peluang lebih luas, sebenarnya positif atau negatifnya tergantung pada konteks.
Keuntungannya, Jack Of All Trades
dapat mengerti berbagai kemampuan berikut kesulitan dan kelebihan di dalamnya,
sehingga ia mampu menggabungkan orang yang tepat dengan bidang yang berbeda-beda
dalam sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama.
Bagaimana, apakah kamu berpikir kalau dirimu salah satu dari Jack Of All Trades di dunia ini?
Tanyakan pada dirimu, apakah kamu mau menjadi seseorang yang generalis, atau
spesialis pada bidang tertentu saja. Jika masih ragu, coba tanyakan lagi pada
diri sendiri, “What are you best at?”
Ketika kamu bisa menjawabnya dengan pasti, yah setidaknya tidak perlu terlalu
cemas. Apapun dirimu, kuncinya adalah memaksimalkan potensi diri.
Writer: Angela Shinta
Artikel ini pernah dipublikasikan di majalah Folksy edisi 16
Foto: dokumentasi Folksy Magazine




0 comments