Yuk Kita Kelola Kecemasan
Tahun 2020 merupakan tahun terberat terutama bagi kita semua yang ada di dunia bernama bumi ini. Iya, kalian pasti juga tahu yang kumaksud, wabah covid-19. Semua orang panik, takut, dan cemas karena kejadian-kejadian mengerikan itu ada dan nyata sedang kita hadapi bersama. Hal itu sangat wajar, tetapi kita juga harus tetap tenang agar bisa selalu waspada.
"Bagaimana bisa tenang? Tiap mendengarkan berita tentang covid-19 pasti badanku langsung terasa sakit, rasa-rasanya seperti aku juga sedang sakit terkena corona". Itu yang kini selalu aku dengar dari orang-orang, *psikosomatis. Banyak orang yang akhirnya mengalami psikosomatis, yaitu efek dari rasa sakit psikis yang akhirnya mempengaruhi tubuh. Biasanya kalau kita stres, hal itu berdampak rasa nyeri tertentu pada tubuh. Misalnya pada perut jadi mules, kepala jadi pusing, tenggorokan tiba-tiba menjadi sakit, dan masih banyak lagi, yang kalau nanti diperiksakan ke dokter, rasa sakit itu tidak terdeteksi sebagai suatu penyakit.
Selain psikosomatis, banyak juga yang akhirnya mengalami kecemasan berlebihan (anxiety). Nah, banyak bermunculan kan penyakit psikis kita kalau kita tidak bisa tenang dan mencoba untuk tidak stres. Aku tahu kondisi saat ini sedang berat, tetapi kita benar-benar harus kuat dan sehat (baik mental dan jasmani) untuk bisa melalui ini semua.
Aku pun sempat mengalami kecemasan, tetapi karena kecemasan itu pernah juga aku rasakan sebelumnya (sebelum ada kejadian covid-19 ini) jadi aku sudah tahu "how to treat myself" atau dengan kata lain, apa yang harus kulakukan saat kecemasan itu muncul. Apakah kalian juga sedang mengalami hal yang sama? kecemasan? Untuk beberapa kasus berat yang memang sudah harus ditolong dengan bantuan psikolog, kalian bisa langsung kontak pelayanan psikologi yang banyak ditawarkan saat ini melalui online. Tetapi jika kalian merasa yakin masih bisa kalian handle (masih ringan), yuk sini aku bantu. Aku akan membagi cara yang selama ini kulakukan selama mengalami kecemasan yang mungkin bisa kalian praktikkan di rumah.
Dari 5 cara tersebut bisa diambil garis besarnya bahwa pengelolaan kecemasanku didasarkan kepada: aku butuh waktu untuk bisa "take a deep breath" sendirian, kemudian berusaha untuk hanya fokus pada hal-hal positif, lalu melepaskan semua hal yang menjadi pikiran kita ke orang lain agar bisa merasa lega dan nyaman kembali. Semua perasaan itu aku dapatkan dari melakukan rincian kegiatan seperti yang tertulis diatas.
Nah kalau kalian sendiri, apa perasaan yang ingin kalian dapatkan saat melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu? Apakah ingin menjadi lebih legowo? lebih bisa menerima kenyataan yang sedang terjadi agar kita bisa melanjutkan hidup? atau ingin bisa kuat sehingga bisa melaluinya dengan baik? Kalian bisa saja melakukan hal yang berbeda dengan kegiatanku diatas. Lakukan apa yang bisa membuat kalian tenang dan nyaman saat mengelolanya, dan sesuai perasaan apa yang ingin kalian dapatkan.
Aku yakin kalian pasti akan dapat menemukan sendiri cara yang bisa diandalkan ketika kecemasanmu muncul kembali. Selamat berlatih mengelolanya ya :)
Cheers,
Lucia Berta


0 comments